Kabel optik dianalogikan sebagai jalan tol, sementara sinyal internet itu seolah berada di langit sehingga disebut dengan 'Tol Langit'.
Istilah ini pertama kali digaungkan oleh Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin dalam debat capres-cawapres Maret 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Palapa ring seperti jalan tol, internet kecepatan tinggi. Nanti dibangun dari pintu tol oleh oleh teman-teman operator," jelas Rudiantara saat acara peresmian Palapa Ring di Istana Negara, Senin (14/10).
Presiden Joko Widodo juga menyebut jaringan internet serat optik ini sebagai bagian dari rencana tol langit.
Lebih lanjut, Rudiantara menyebut Palapa Ring atau Tol Langit ini seperti jalan tol untuk internet kecepatan tinggi yang dibangun pemerintah. Namun, akses untuk keluar agar bisa digunakan masyakarat, dibutuhkan peran operator. Ia lantas mencontohkan Palapa Ring sebagai tol Jakarta-Bandung.
"Jadi (tol) Jakarta Bandung, pintu tol Bekasi sudah dibuka, pintu Karawang sudah dibuka. Nanti dibangun akses pintu-pintu tolnya oleh temen-teman operator," tuturnya.
Jaringan kabel optik bawah laut Palapa Ring terbagi menjadi Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Palapa Ring Timur jadi yang terakhir selesai.
Lihat juga:Alasan Penyelesaian Palapa Ring Timur Molor |
Alasannya, Palapa Ring tidak menjangkau seluruh daerah terdalam khususnya kawasan 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan).
Rudiantara mengatakan satelit ini setidaknya akan menyediakan jaringan internet ke 150 ribu titik di Indonesia. Satelit ini akan memberikan akses internet ke sekolah, puskesmas, kantor polisi, hingga kantor pemerintah.
Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Palapa Ring hari ini (14/10) di Istana Negara. Dalam peresmian ini akan dilakukan video konferensi dengan pejabat Pemda dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara dan Sabang. (jnp/eks)