Alasan Palapa Ring Disebut 'Tol Langit'

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 14:15 WIB
Alasan Palapa Ring Disebut 'Tol Langit' Menkominfo Rudiantara (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek infrastruktur jaringan kabel optik, Palapa Ring sering dianalogikan sebagai 'Tol Langit'. Persamaan antara Palapa Ring dan Tol Langit adalah sama-sama merupakan jalur internet cepat alias jalan tol bebas hambatan.

Kabel optik dianalogikan sebagai jalan tol, sementara sinyal internet itu seolah berada di langit sehingga disebut dengan 'Tol Langit'.

Istilah ini pertama kali digaungkan oleh Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin dalam debat capres-cawapres Maret 2019 lalu.


Rudiantara lantas menjelaskan istilah tol langit yang digunakan Ma'ruf merepresentasikan seluruh infrastruktur pemerintah yang berkaitan dengan jaringan internet.

"Secara keseluruhan itu mungkin disebutnya tol langit biar gampang. Karena kan tidak ada fisiknya. Kalau tol darat, tol laut ada fisiknya, Itulah kepandaian beliau (Ma'ruf) mengaksentuasi kondisi lebih mudah. Kalau tol orang pikir wah ada tol di langit. Itu sebetulnya internet," ujar Rudiantara kepada CNNIndonesia.com (18/3).

Lebih lanjut, dalam sambutannya saat peresmian Tol Langit di Istana Negara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut proyek Palapa Ring ini seperti jalan tol dari internet kecepatan tinggi.

"Palapa ring seperti jalan tol, internet kecepatan tinggi. Nanti dibangun dari pintu tol oleh oleh teman-teman operator," jelas Rudiantara saat acara peresmian Palapa Ring di Istana Negara, Senin (14/10).

Presiden Joko Widodo juga menyebut jaringan internet serat optik ini sebagai bagian dari rencana tol langit.

"Pemerintah berkomitmen Palapa Ring, tol langit kita. Kita ingin berguna ekonomi, inilah yang menyatukan negara kita," tuturnya, Senin (14/10).

Lebih lanjut, Rudiantara menyebut Palapa Ring atau Tol Langit ini seperti jalan tol untuk internet kecepatan tinggi yang dibangun pemerintah. Namun, akses untuk keluar agar bisa digunakan masyakarat, dibutuhkan peran operator. Ia lantas mencontohkan Palapa Ring sebagai tol Jakarta-Bandung.

"Jadi (tol) Jakarta Bandung, pintu tol Bekasi sudah dibuka, pintu Karawang sudah dibuka. Nanti dibangun akses pintu-pintu tolnya oleh temen-teman operator," tuturnya.

Jaringan kabel optik bawah laut Palapa Ring terbagi menjadi Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Palapa Ring Timur jadi yang terakhir selesai.

Rudiantara juga mengatakan pihaknya sudah dua tahun mempersiapkan High Throughput Satellite berkapasitas 150Gbps. Satelit ini digunakan untuk menyediakan jaringan internet ke seluruh pelosok Indonesia.

Alasannya, Palapa Ring tidak menjangkau seluruh daerah terdalam khususnya kawasan 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan).

Rudiantara mengatakan satelit ini setidaknya akan menyediakan jaringan internet ke 150 ribu titik di Indonesia. Satelit ini akan memberikan akses internet ke sekolah, puskesmas, kantor polisi, hingga kantor pemerintah.

Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Palapa Ring hari ini (14/10) di Istana Negara. Dalam peresmian ini akan dilakukan video konferensi dengan pejabat Pemda dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara dan Sabang. (jnp/eks)