Erupsi elusif Gunung Merapi berupa lelehan lava melalui rekahan atau lubang kawah suatu gunung api. Erupsi ini membentuk kubah lava dan gugur serta membentuk awan panas guguran.
"Kondisi terkini setelah erupsi kemarin yang kita lihat sebagai awan panas letusan karena adanya tekanan gas, saat ini sudah seperti biasa lagi dan sekarang terjadi erupsi efusif," ungkap Kasbani ditemui di ruang monitoring PVMBG, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini, Kasbani mengatakan status Gunung Merapi tetap di level II atau waspada.
Menurut Kasbani, erupsi saat ini terbilang kecil dan hanya terjadi di daerah tertentu di pinggiran gunung yang tidak stabil. Daerah Kali Gendol menjadi salah satu lokasi yang sering terdapat material guguran lava dan awan panas.
"Ini juga harus diwaspadai, selain abu tadi karena jelang musim penghujan tentunya produk-produk ini bisa mentrigger adanya lahar hujan di sekitar Kali Gendol," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena tidak ada peningkatan rekomendasi dan tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Aktivitas penerbangan pun terhitung aman karena sudah tidak banyak abu. (hyg/evn)