WhatsApp Tak Komentari Kabar Kehadiran WhatsApp Pay

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 17:45 WIB
WhatsApp Tak Komentari Kabar Kehadiran WhatsApp Pay Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Director of communication WhatsApp, Sravanthi Dev menolak memberikan bocoran informasi terkait kabar kemunculan fitur pembayaran WhatsApp Pay di Indonesia.

Menurutnya saat ini WhatsApp masih melakukan diskusi dengan mitra potensial.

"Saya belum bisa kasih rinciannya karena masih adalam tahap perundingan dengan beberapa mitra di Indonesia. Nanti kalau sudah ada kejelasan, saya akan jelaskan lebih banyak," ujarnya kepada awak media di acara Facebook Indonesia Summit 2019 di Gandaria, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).


Ia mengatakan fitur serupa sebelumnya telah diuji coba di India melalui integrase dengan Unified Payment Interface (UPI) pada Juli 2018 lalu dan telah meraup satu juta pengguna.

Bahkan ia juga menolak memberikan komentar ketika disinggung soal perbedaan fitur WhatsApp Pay di Indonesia dan India.

"Kami sudah menguji coba WhatsApp Pay di India, kurang lebih sudah setahun dan saat ini telah digunakan 1 juta pengguna menjadi user beta. Apakah nanti ada perbedaan fitur antara India dan Indonesia, saya belum bisa memastikan hal itu," ucapnya.

Beredar kabar jika layanan pesan singkat milik Facebook ini akan memboyong fitur WhatsApp Pay ke Indonesia. Langkah ini kabarnya sebagai upaya untuk memanfaatkan sektor e-commerce yang sedang tumbuh pesat.

Nantinya, fitur ini hanya berfungsi sebagai layanan yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal. Model ini juga diterapkan oleh sejumlah negara berkembang.

Untuk merealisasikan rencananya itu, WhatsApp disebut tengah menjalin pembicaraan dengan Gopay, Dana, dan Ovo. Disamping ketiga perusahaan pembayaran, WhatsApp dikabarkan juga tengah melakukan diskusi serupa dengan Bank Mandiri.

Juru bicara Facebook sempat menyebut jika kesepakatan dengan Gopay, Ovo, dan Dana diperkirakan rampung dalam waktu dekat.

"WhatsApp sedang dalam pembicaraan dengan mitra keuangan di Indonesia tentang pembayaran digital, namun diskusi masih dalam tahap awal dan kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan," ucapnya. (din/evn)