Dampak Topan Hagibis, Produksi Mobil di Jepang Setop Sepekan

fea, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 14:26 WIB
Dampak Topan Hagibis, Produksi Mobil di Jepang Setop Sepekan Seunit mobil rusak karena topan Hagibis yang terjadi di Jepang. (Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topan Hagibis yang menghantam Jepang pada Sabtu (12/10) berdampak ke produksi mobil setempat. Salah satu produsen lokal, Subaru, menyatakan menghentikan produksi sementara selama sekitar sepekan karena pemasok komponen mengalami kebanjiran.

Dalam pernyataan resminya Subaru menyampaikan pabrik mereka di Gumma berhenti setelah shift kerja pagi pada Rabu (16/10). Penghentian ini diperkirakan terus berlangsung sampai 25 Oktober.

Kendati pemberhentian berlangsung sekitar sepekan, Subaru hanya akan kehilangan produksi selama empat setengah hari. Pasalnya produksi memang direncanakan libur pada akhir pekan dan pada hari libur ketika penobatan Kaisar Jepang yang baru.


Pabrik Gumma sanggup menghasilkan 2.500 unit per hari, itu berarti Subaru berpotensi kehilangan produksi 11.250 unit.

"Ada beberapa kasus kerusakan termasuk penggenangan air di beberapa pemasok kami (langsung dan tidak langsung). Pemasok itu sekarang bekerja menormalisasikan operasi dengan dukungan bantuan pekerja dan material kami, tetapi kami menduga ada penurunan pasokan komponen ke Subaru," kata Subaru pada keterangan tertulis dilansir Automotive News.


Dampak Topan Hagibis, Produksi Mobil di Jepang Mundur SepekanTopan Hagibis di Jepang mengakibatkan banjir. (Yohei Kanasashi/Kyodo News via AP)
Topan Hagibis mendatangkan angin kencang hingga 216 kilometer per jam dan hujan lebat di 36 dari 47 prefektur di Jepang. Sebanyak 176 sungai meluap hingga mengakibatkan banjir kemudian tanah longsor. Bencana alam ini telah merenggut nyawa setidaknya 70 orang dan memaksa ribuan penduduk dievakuasi.

Menurut laporan terpisah, salah satu pemasok yang sudah menyatakan diri bermasalah karena topan Hagibis adalah Alps Alpine. Pemasok sistem audio ini mengatakan fasilitas mereka di Iwaki City, prefektur Fukushima, kebanjiran.

Butuh waktu sampai 10 hari buat Alps Alpine menyelesaikan masalah itu dan bisa bekerja normal. Selain itu, pemasok elektronik Panasonic juga menutup sementara pabrik di Koriyama karena masalah serupa. Belum diketahui kapan pabrik itu bakal kembali beroperasi.

Media Jepang mengungkap produsen otomotif besar seperti Toyota dan Mitsubishi saat ini terus memantau rantai pasokan mereka. (fea)