Bekraf Minta Unicorn Segera Cari Untung

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 09:20 WIB
Bekraf Minta Unicorn Segera Cari Untung Ilustrasi (Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) minta para unicorn di Indonesia harus segera mencari untung untuk mencegah internet bubble dan pecah di Indonesia. 

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari menjelaskan para startup dengan status unicorn harus mulai menghapuskan subsidi untuk menggaet konsumen demi mendapatkan keuntungan.

Hari mengingatkan dalam pemerintahan selanjutnya, Bekraf akan mengarahkan para unicorn untuk segera mencari keuntungan. Sebab menurut Hari, jika para unicorn hancur, akan sangat berpengaruh bagi ekosistem digital di Indonesia.


Tentu yang akan berdampak adalah para Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjual produk secara online atau menggunakan layanan pesan antar.

"Kalau sistemik hancur, kasihan UKM yang sudah berapa puluh ribu di Indonesia bisa dan misalnya jual pisang goreng atau warung nasi. Jangan sampai mereka dikorbankan. Kita jaga (dari kehancuran) dengan jangan bakar duit," kata Hari.

Hari mengatakan pertama-tama, pemerintah akan mengarahkan unicorn ride-hailing seperti Gojek dan Grab untuk segera mencari keuntungan.

"Mereka banyak subsidi. Maka kita akan jaga ada harga minimum untuk ride-hailing ya jangan rendah lagi. Jangan bakar-bakar uang lagi. Jadi ride-hailing dulu yang akan diatur agar mereka bisa untung," ujarnya.

Hari yakin konsumen tidak akan meninggalkan unicorn-unicorn tersebut. Pasalnya layanan unicorn, misalnya layanan ride-hailing telah menjadi bagian hidup dari masyarakat. Oleh karena itu, dalam kabinet berikutnya Bekraf akan segara mengarahkan unicorn di sektor ride-hailing untuk mencari keuntungan.

"Toh kita sudah menikmati benefit-nya (keuntungan), kita sudah rasakan. Jadi kalau misalnya ride-hailing naik tarif 1,5 kali saya yakin masih ada yang beli. Walaupun ongkos kirim Go-Food atau GrabFood Rp20.000 masih ada beli dari pada macet macet ya," kata Hari di kantor coworking DreamHub, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Ride-hailing sudah cukup membuktikan bahwa layanan transportasi online memberikan kemudahan dan pengalaman yang mulus nan ringkas ketika memesan pesanan.

Sebelumnya, muncul kekhawatiran akan terjadi pecah gelembung internet kedua setelah yang pertama terjadi pada tahun 2000-an. Saat itu banyak perusahaan dot-com yang bernilai triliunan rupiah rubuh hingga tak bernilai sepeser pun.

Beberapa tanda yang menjadi dasar dari asumsi mereka adalah jumlah perusahaan startup yang melakukan penjualan saham perdana (IPO) sebelum untung dan pemberian valuasi berlebih pada perusahaan unicorn. (jnp/eks)