Tutup Akhir 2019, Yahoo Groups Bakal Hapus Semua Konten

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 15:09 WIB
Tutup Akhir 2019, Yahoo Groups Bakal Hapus Semua Konten Yahoo akan menutup layanan Yahoo Groups pada akhir 2019. (Foto: Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yahoo mengumumkan akan menutup salah satu layannya yakni Yahoo Groups pada 14 Desember 2019. Jelang penutupan, Yahoo memastikan akan menghapus semua konten yang pernah dibagikan penggunanya secara permanen.

Pengguna masih memiliki waktu untuk menggunggah konten ke Yahoo Groups sebelum 28 Oktober 2019. Setelah tanggal tersebut, Yahoo memastikan pengguna sudah tidak bisa lagi menggunggah konten.

"Yahoo telah membuat keputusan untuk tidak lagi mengizinkan pengguna untuk mengunggah konten ke situs Yahoo Groups. Mulai 28 Oktober, Anda tidak bisa mengunggah konten dan pada 14 Desember semua konten yang ada di situs akan dihapus secara permanen," kata Juru Bicara Yahoo Groups dikutip laman resmi mereka.


Perusahaan yang kini dimiliki oleh Oath ini menyarankan pengguna untuk mencadangkan (back up) data mereka dengan mengunduh gambar dan data melalui percakapan grup.

Untuk mengunduh gambar, pengguna bisa meng-klik foto di laman utama grup > arahkan ke gambar > klik ikon unduh (download). Sementara untuk mengunduh data, klik 'file' di laman utama grup > klik data yang hendak diunduh > pilih simpan file dan klik ok.

Sejumlah konten yang akan dihapus secara permanen antara lain file, polls, link, foto, folder, kalender, database, sisipan (attachment), conservations, email updates, message digest, dan message history.

Kendati demikian, Yahoo memastikan situs Yahoo Groups akan tetap ada dengan pembatasan grup. Dengan kata lain, jika seseorang hendak bergabung dengan satu grup harus terlebih dahulu diundang oleh admin grup.

"Situs Yahoo Groups akan tetap ada namun semua grup publik akan dibatasi. Jadi, ketika ada anggota baru yang masuk ke grup harus diundang oleh admin," tulis Yahoo.

Pasca aksi akuisisi, Oath menutup sejumlah layanan milik Yahoo. Pada 17 Juli lalu Yahoo Messenger sudah lebih dulu tutup usia dan rencananya akan diganti dengan layanan pesan instan baru yang diklaim 'cocok untuk pengguna saat ini'. (din/evn)