Rudiantara Cerita Hambatan Bangun Jaringan di Pulau Jawa

CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 14:48 WIB
Rudiantara Cerita Hambatan Bangun Jaringan di Pulau Jawa Ilustrasi. (Foto: www.mitratel.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengisahkan tantangan saat membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi di Pulau Jawa. Kendati pembangunan lebih masif dibandingkan di luar Pulau Jawa, namun bukan berarti tanpa hambatan.

Menurutnya, kendala yang dihadapi operator yakni kerap 'diperas' oleh pengelola gedung ketika hendak menaruh kabel (ducting) di bawah gedung. Pemilik gedung kerap membebankan biaya kepada operator seluler yang hendak menaruh kabel di bawah gedung.

"Itu kena cas [dikenai biaya] oleh gedung. Operator dianggap sebagai 'fat cat' jadi diperes saja. Kalau tidak kenal sama gedung tidak dikasih (ducting), begitu kenal sekalipun dicas mahal," ucap Rudiantara saat ditemui di rumah dinas di Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Juamt (18/10).


Padahal menurutnya Pemerintah Daerah seharusnya menyediakan tempat bagi operator untuk menaruh kabel di gedung-gedung.

Peran Pemda untuk memfasilitasi sudah dilakukan oleh negara-negara lain. Rudiantara mengatakan hal itu sebagai fasilitas penting yang harus ada di setiap gedung.

"Gedung itu mandatory menyediakan ducting untuk operator. Cek di Singapura," ujarnya.

Sementara menurutnya para Pemda menginginkan operator membangun jaringan telekomunikasi di kotanya. Tetapi mereka tidak menyiapkan fasilitas bagi operator menaruh kabel di gedung-gedung.

"Mereka minta saya mendorong operator untuk membangun tapi mereka tidak membangun fasilitas. Saya bilang kalau tidak bangun fasilitas ya buat apa saya suruh operator suruh bangun tempat Anda," ucapnya.

"Inginnya orang bangun BTS tapi fasilitasnya di susah-susahin suruh bayar mahal. Harusnya itu diperlakukan sebagai fasilitas esensial."

Sebaliknya, hal tersebut justru menjadi nilai tambah bagi pembangun jaringan telekomunikasi di area timur.

Pemda di area Indonesia timur seperti Papua justru lebih kooperatif mendukung pembangunan jaringan telekomunikasi.

"Memfasilitasi karena mereka benar benar ingin sinyal, di beberapa lokasi kota-kota malah kebalik pikirannya," ucapnya. (jnp/evn)