Nadiem memastikan tidak lagi memiliki kekuasaan membuat keputusan strategis untuk bisnis Gojek. Sebagai gantinya, sosok Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi akan mengisi peran Nadiem menjalankan perusahaan.
Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan secara de facto Nadiem memang sudah tidak memiliki wewenang dalam membuat keputusan strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya kalau pun dia sebagai CEO sekalipun, keputusan strategis sudah kolegial karena dia bukan pemegang saham utama," ucapnya.
Fithra mengatakan saat ini Gojek memiliki total 1,21 juta lembar saham. Artinya Nadiem hanya memiliki sekitar 58 ribu lembar saham, sisanya dipegang oleh pemilik saham lain.
Melihat kondisi itu, seharusnya terjadinya konflik berkepentingan (conflict of interest) Nadiem ketika menjabat sebagai menteri seharusnya menjadi minimum. Akan tetapi, Fithra tidak menutup kemungkinan bahwa conflict of interest itu ada karena dia masih memegang saham.
"Potensi tetap ada karena saham itu punya dia. Kalau keputusannya sebagai menteri menguntungkan Gojek ya bisa bisa saja. Tapi bisa diuji oleh publik apakah aturannya sektarian atau fokus terhadap jenis usaha tertentu atau lebih inklusif," katanya.
"Meskipun sudah tidak di Gojek, tapi Nadiem masih ada saham di Gojek jadi masih tetap bisa kasih masukan," ucap Edward saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (22/10).
Edward menilai cara Gojek membangun perusahaan cukup unik karena di setiap divisi memiliki 'small CEO' atau CEO kecil.
"Cara mereka [Gojek] membangun organisasi menurut saya menarik karena setiap divisi itu dia taruh small CEO [CEO kecil].
Misal di divisi operasional ada Kevin Aluwi lalu di Gopay ada Aldi Haryopratomo," tuturnya.
Dengan cara itu, ia menilai keberlangsungan bisnis Gojek akan tetap baik-baik saja kendati kendali perusahaan sudah beralih ke tangan Kevin dan Andre. Senada dengan Edward, Ketua idEA Ignatius Untung menilai pengunduran diri Nadiem tidak memengaruhi dinamika bisnis Gojek kedepannya. Menurutnya bisnis Gojek saat ini sudah tidak terlalu bergantung pada sosok Nadiem.
Nadiem Makarim secara resmi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Sebelumnya ia menegaskan sudah tidak lagi memiliki kewenangan di Gojek. Ia juga mengatakan telah menanggalkan jabatan sebagai CEO dan tidak memiliki kewenangan untuk membuat keputusan strategis atas bisnis Gojek terhitung sejak Senin (21/10). (jnp/jnp/evn)