Bambang Brodjonegoro dari Akademisi Hingga Menristekdikti

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 10:35 WIB
Bambang Brodjonegoro dari Akademisi Hingga Menristekdikti Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Menristekdikti periode 2019-2024. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bambang Permadi Brodjonegoro secara resmi mengemban tugas sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan untuk Kabinet Kerja Indonesia Maju periode 2019-2024. Pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 ini merupakan anak dari pasangan Sumantri Brodjonegoro dan Nani Soeminarsari.

Bambang menggantikan posisi Mohammad Nasir yang sebelumnya menjabat sebagai Menrisetdikti periode 2014-2019. Pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 ini juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di kabinet Jokowi periode I, ia sempat mendapat mandat sebagai Menteri Keuangan untuk periode 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016. Posisinya kemudian digantikan oleh seniornya, Sri Mulyani.


Program unggulannya yakni disahkannya Undang-Undang tax Amnesty yang menarget program pengampunan pajak terkumpul Rp165 triliun. Program yang efektif pada 18 Juli 2016 ini mulai terlihat hasilnya pada akhir Oktober 2016.

Hanya saja, sebelum programnya menampakkan hasil Bambang kemudian digeser dan menempati pos sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas) pada 27 Juli 2016 hingga 2019.

Bambang menyelesaikan pendidikan format tingkat Strata 1 (S1) di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990 jurusan Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional dan melanjutkan pendidikan formal tingkat magister di Universitas Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Bambang juga menjadi sosok muda yang mengantongi gelar Doktor di bidang Tata Wilayah dan Perkotaan di usia muda yakni 31 tahun.

Lulus dari Universitas Illinois, Bambang mengabdi sebagai pengajar untuk almamaternya di FE UI. Ia juga aktif di ranah penelitian dengan menjadi konsultan untuk berbagai lembaga dan institusi.

Nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal mulai dari tingkat pasar modal hingga pemerintahan. Bambang diketahui aktif dalam berbagai organisasi dan tidak asing di lingkup Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) seperti PT PLN, PT Antam, hingga PT Telkom.

Atas beragam prestasinya di ranah akademi dan profesional, Bambang diganjar berbagai penghargaan mulai dari mahasiswa berprestasi UI pada 1989 hingga penghargaan dari Australian National University (ANU), Canberra, Australia pada 2004.

Kemarin (22/10), Bambang sebetulnya sudah memastikan dirinya tidak akan kembali menempati jabatan menteri PPN/Bappenas.

"Fokus ke perkuatan SDM (sumber daya manusia) tapi tidak lama tingkatkan daya saing di industri, pertanian dan lain-lain. Beliau (Jokowi) minta untuk tingkatkan SDM dari sisi daya saing. Pokoknya ini tugas baru," kata dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10). (evn/evn)