Salip AS, China Punya 'Startup Unicorn' Terbanyak di Dunia

AFP, CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 19:46 WIB
Salip AS, China Punya 'Startup Unicorn' Terbanyak di Dunia Ilustrasi (Istockphoto/Yuri_Arcurs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan riset Hurun Report mengungkap di bulan Juni 2019, ada 206 perusahaan rintisan (startup) yang menyandang status unicorn di China. Hal ini membuat China menjadi negara dengan jumlah startup unicorn terbesar di dunia. Sedangkan Amerika menduduki urutan kedua, dengan jumlah 203 startup yang menyandang status unicorn.

Ketua Laporan Hurun Report Rupert Hoogewerf pun menyebut sejumlah perusahaan swasta baru dari negeri tirai bambu itu telah meraup investasi lebih dari US$1 miliar dibanding AS.

"China dan AS mendominasi lebih dari 80 persen unicorn yang dikenal dunia, meskipun hanya mewakili setengah dari PDB [produk domestik bruto] dan seperempat dari populasi dunia," kata Hoogewerf dikutip AFP.


China merupakan rumah bagi tiga perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia, yaitu Alibaba Ant Financial, ByteDance, dan Didi Chuxing. Jika nilai valuasi perusahaan mereka digabungkan diperkirakan mencapai US$280 miliar atau sekitar Rp39 triliun (US$1=Rp14,083).

Peningkatan angka unicorn di China terbilang cukup cepat. Pasalnya pada Mei 2019, perusahaan riset Visual Capitalist menyebut hanya ada 94 unicorn di China dan 156 di AS. 

Hurun mencatat ratusan startup unicorn di China ini rata-rata telah berdiri selama 7 tahun dan lebih dari setengah perusahaan tersebut berasal dari sektor e-commerce dan teknologi finansial. Berikutnya diikuti oleh perusahaan layanan komputasi awan, kecerdasan buatan (artificial intellegence) dan logistik. 

"Alibaba misalnya memulai dengan Alipay sebelum memutar bisnis fintech-nya menjadi Ant Financial pada 2014," pungkas Hoogewerf.

Namun, pendiri sekaligus direktur eksekutif Alibaba, Jack Ma telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 10 September 2019.

Usai menyatakan pensiun dari perusahaan yang didirikannya, Ma menyatakan akan mendedikasikan diri untuk sektor pendidikan. Hal tersebut diungkapnya melalui surat pamit yang diunggah secara daring setahun silam, tepat saat ia merayakan ulang tahun ke-54.

"Saya masih memiliki banyak impian untuk dikejar, saya berencana untuk melanjutkan peran saya sebagai mitra pendiri dalam kemitraan Alibaba. Saya juga ingin kembali ke sektor pendidikan karena ini yang saya sukai," kata Ma. (din/eks)