Recall Daihatsu

Perbaikan 'Stang Seher' Gran Max dan Luxio Butuh Waktu 14 Jam

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 22:58 WIB
Perbaikan 'Stang Seher' Gran Max dan Luxio Butuh Waktu 14 Jam Ilustrasi proses perbaikan stang seher Daihatsu Gran Max dan Luxio. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biaya perbaikan connecting road atau 'stang seher' Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio ditaksir mencapai Rp221,49 miliar.

Angka tersebut berdasarkan biaya perbaikan satu unit mobil sekitar Rp6 juta sudah termasuk ongkos montir dan komponen. Sedangkan mobil yang terdata harus mengikuti kampanye perbaikan atau recall mencapai 36.915 unit.

Daihatsu mengumumkan kampanye perbaikan untuk Gran Max 1.5L dan Luxio produksi Maret 2018 sampai April 2019.


"Itu kan turun mesin dan ongkos kerjanya mahal, jadi ya sekitar Rp6 juta," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (1/11).

Technical Services Division Head ADM Anjar Rosjadi mengatakan semua biaya perbaikan sepenuhnya akan ditanggung Daihatsu, meski 'kesalahan' ada pada pemasok komponen.

Recall kali ini dikarenakan cacat produksi pada 'stang seher' yang menghubungkan piston dengan crank shaft. Komponen ini disebut riskan patah.

"Jadi ini proses pembuatan part di supplier ADM. Tapi ini jadi tanggungjawabnya ADM," ungkap Anjar.

Menurut Anjar pihak Daihatsu juga tidak mengganti supplier dan material komponen itu. Hanya saja pihaknya akan memastikan bila pembuatan komponen sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh Daihatsu.

"Kemudian ini saya jelaskan hanya perubahan proses (pembuatan part). Jadi secara material tidak ada masalah," ucap Anjar.

Lebih lanjut Amelia, pihaknya tidak menargetkan kapan recall untuk mobil-mobil yang teridentifikasi selesai seluruhnya diperbaiki. Kata Amelia proses perbaikan menghabiskan waktu14 jam karena kategorinya 'turun mesin'.

"Terus ini juga ada yang komersial. Jadi ya suka-suka mereka. Kalau mereka sibuk ya belum daftar (masuk bengkel untuk perbaikan)," tutup Amelia. (ryh/mik)