Susul Korsel, China Ikut Luncurkan 5G

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 10:41 WIB
Susul Korsel, China Ikut Luncurkan 5G Ilustrasi (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga operator telekomunikasi, China Mobile, China Telecom, dan China Unicom resmi meluncurkan layanan konektivitas 5G secara resmi akhir pekan lalu (11/1). Namun, cakupannya masih terbatas hanya di kota-kota besar di China.

Menurut portal berita Sina, dikutip ZDNet, jaringan data 5G bakal dipatok mulai 128 yuan atau setara Rp252 ribu per bulan, dengan layanan data sebesar 30GB dan gratis telepon hingga 500 menit.

Sementara itu, pelanggan China Mobile mesti membayar 598 yuan atau setara Rp1,2 juta per bulan untuk dapat menikmati layanan data hingga 300GB, dengan kecepatan undahan 1Gbps.


Saat ini, konektivitas 5G tersedia di 50 kota di China seperti Beijing, Shanghai, Nanjin, dan Wuhan. Di Beijing, setidaknya ada 5.000 BTS 5G yang dipasang oleh operator China Mobile.

Sebelumnya, Korea Selatan sudah lebih dahulu mengadopsi jaringan 5G pertama di dunia pada 5 April. Peluncuran itu dilakukan usai Korea Selatan berhasil memenangkan perlombaan untuk menjadi yang pertama memberikan pengalaman komunikasi teknologi baru itu.

Dalam kurun waktu 69 hari, pemerintah Korea Selatan menyatakan ada satu juta pengguna ponsel telah menggunakan jaringan 5G tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Pencapaian itu jauh lebih cepat dibanding adopsi teknologi 4G yang memerlukan waktu 80 hari untuk mencapai 1 juta pelanggan tahun 2011 silam.

Selain itu, pemerintah Korsel menargetkan total pelanggan 5G di Korea Selatan bakal mencapai 4 juta hingga 5 juta orang pada akhir 2019. Angka itu akan bertambah lagi jika Samsung Galaxy Fold dan Samsung Note 10 disematkan teknologi 5G.

Saat ini, SK Telecom memegang 40 persen pendapatan dari pangsa pasar 5G. Disusul KT dan LG Uplus yang masing-masing mengambil keuntungan sebesar 30 persen.


(din/eks)