Diboikot AS, Penjualan Huawei Meroket di China

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 09:15 WIB
Diboikot AS, Penjualan Huawei Meroket di China Ilustrasi Huawei. (Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Efek Perang dagang dan masuk ke dalam 'daftar hitam' Amerika Serikat (AS) tampaknya tak berpengaruh pada pengiriman Huawei baik dari sisi jaringan maupun perangkat seluler di China.

Mengutip slashgear.com, berdasarkan laporan perusahaan analis pasar Canalys, angka pengiriman ponsel Huawei di China pada kuartal terakhir 2019 justru melejit. Bahkan bisa mengalahkan pengiriman ponsel Xiaomi dan Apple.


Meningkatnya pengiriman ponsel Huawei hingga mengalahkan kompetitor besar lainnya ini bahkan sudah terjadi sejak kuartal ketiga tahun ini. Pengiriman Huawei tercatat tumbuh sebanyak 66 persen yang membuatnya berhasil menguasai setengah dari pasar ponsel pintar Cina sebesar 42,4 persen.


Pengiriman Huawei ini berhasil mengalahkan perusahaan ponsel pintar asal Cina lainnya seperti Vivo, OPPO, dan Xiaomi. Bahkan pengiriman Samsung, yang kini tercatat sebagai pemimpin ponsel pintar global, juga semakin terkalahkan di Cina.

[Gambas:Video CNN]

Fakta yang tak kalah menarik justru terjadi pada pengiriman perusahaan asal AS, yakni Apple di Cina. Tahun ini, pengiriman Iphone mengalami penurunan hingga 28 persen. Sementara iPhone hanya menguasai 5,2 persen pasar ponsel di China pada kuartal terakhir 2019.

Menariknya, 40 persen dari 5,1 juta pengiriman Apple sejak Juli hingga September 2019 hanya terdiri dari Iphone 11, yang hanya diluncurkan pada bulan September di China.

Canalys menyarankan agar Apple meningkatkan kualitas kamera pada iPhone untuk menarik pasar China terutama mengalahkan Huawei yang beberapa waktu belakangan semakin agresif melakukan kampanye pemasaran di tengah efek perang dagang China-AS.

(dal/DAL)