Ini berarti perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Mountain View, California, itu boleh menyematkan sistem operasi Android dan aplikasi dari Google Play ke perangkat ponsel Huawei lagi, tapi hanya sementara.
Dilansir Slashgear, setidaknya ada 260 permintaan telah diajukan oleh sejumlah perusahaan teknologi AS untuk dapat menjual produk mereka ke Huawei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan AS yang berurusan dengan Huawei akan segera mendapat lisensi untuk menjual produk mereka, salah satunya Google," kata Ross seperti dikutip Phone Arena.
Mei lalu, administrasi Trump melonggarkan aturan agar sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) tetap bisa memasok peralatan yang dibutuhkan jaringan telekomunikasi dan ponsel Huawei. Pasokan yang dimaksud terkait dukungan pembaruan software dan tambalan perangkat lunak.
Sementara pada Juli, Presiden Donald Trump sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi seperti CEO Cisco Systems Inc, Intel Corp, Broadcom Inc, Qualcomm Inc, Micron Technology Inc, Western Digital Corp, dan Alphabet Inc.
[Gambas:Video CNN]
Malah Ross sempat menunjukkan ketidak senangannya terhadap hasil pertemuan tersebut. Trump dianggap tidak memberikan pedoman yang jelas terkait kebijakan terhadap penjualan produk teknologi AS ke Huawei.
Kisruh pemblokiran Huawei terjadi sejak pemerintah Trump menuding perusahaan asal China tersebut mencuri kekayaan intelektual. Pemerintah AS juga telah melobi pemerintah sekutu untuk memasukkan Huawei dalam daftar hitam bisnis jaringan 5G mereka. (din/eks)