Google Kabarnya Bakal Kembali Dukung Ponsel Huawei

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 11:32 WIB
Google Kabarnya Bakal Kembali Dukung Ponsel Huawei Ilustrasi (CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google kabarnya akan diperbolehkan untuk melakukan kerjasama lagi dengan Huawei. Sebab, perwakilan Gedung Putih disebut bakal mengeluarkan lisensi kepada sebagian perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) agar bisa kembali berdagang dengan ke Huawei Technologies.

Ini berarti perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Mountain View, California, itu boleh menyematkan sistem operasi Android dan aplikasi dari Google Play ke perangkat ponsel Huawei lagi, tapi hanya sementara.

Dilansir Slashgear, setidaknya ada 260 permintaan telah diajukan oleh sejumlah perusahaan teknologi AS untuk dapat menjual produk mereka ke Huawei.


Sekretaris Departemen Perdagangan, Wilbur Ross mengatakan lisensi segera dikeluarkan pada akhir 2019. Namun, pihaknya hanya mengeluarkan lisensi untuk produk tertentu yang dianggap tidak mengganggu keamanan nasional Amerika.

"Perusahaan AS yang berurusan dengan Huawei akan segera mendapat lisensi untuk menjual produk mereka, salah satunya Google," kata Ross seperti dikutip Phone Arena.

Selain itu kata Ross, fase pertama dari salah satu perjanjian dagang AS-China bakal ditandatangani November ini. Perjanjian dagang itu disebut-sebut dapat memuluskan jalan Huawei keluar dari daftar hitam perdagangan atau entitas AS.

Mei lalu, administrasi Trump melonggarkan aturan agar sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) tetap bisa memasok peralatan yang dibutuhkan jaringan telekomunikasi dan ponsel Huawei. Pasokan yang dimaksud terkait dukungan pembaruan software dan tambalan perangkat lunak.

Sementara pada Juli, Presiden Donald Trump sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi seperti CEO Cisco Systems Inc, Intel Corp, Broadcom Inc, Qualcomm Inc, Micron Technology Inc, Western Digital Corp, dan Alphabet Inc.

[Gambas:Video CNN]

Para pemimpin raksasa teknologi AS meminta Trump untuk segera mengeluarkan lisensi demi keberlangsungan bisnis mereka. Namun Gedung Putih berkeras akan tetap membatasi produk yang boleh dijual kepada Huawei dengan dalih menjaga keamanan nasional.

Malah Ross sempat menunjukkan ketidak senangannya terhadap hasil pertemuan tersebut. Trump dianggap tidak memberikan pedoman yang jelas terkait kebijakan terhadap penjualan produk teknologi AS ke Huawei.

Kisruh pemblokiran Huawei terjadi sejak pemerintah Trump menuding perusahaan asal China tersebut mencuri kekayaan intelektual. Pemerintah AS juga telah melobi pemerintah sekutu untuk memasukkan Huawei dalam daftar hitam bisnis jaringan 5G mereka. (din/eks)