Cegah Dana 'Liar', Kemenristek Fokus Penelitian dan Inovasi

Antara,, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 03:24 WIB
Cegah Dana 'Liar', Kemenristek Fokus Penelitian dan Inovasi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dalam lima tahun ke depan akan fokus terhadap riset penelitian dan inovasi tertentu. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah fokus penelitian terlalu banyak sehingga menyebabkan anggaran semakin kecil.

"Jadi pertama kita fokus ke integrasi riset penelitian dan inovasi dulu. Kalau fokusnya banyak, anggaran juga jadi terpecah atau kecil," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro di Surabaya, Senin (11/11).

Bambang mengatakan pemerintah juga akan menjadikan penelitian serta inovasi di bidang otomotif dan kesehatan masuk ke dalam prioritas riset nasional.


"Jika sudah masuk prioritas riset nasional maka akan ada alokasi anggaran untuk mendukungnya," tuturnya.

Pemerintah akan mulai mendorong dan melakukan konsultasi atau forum bersama sektor usaha. Langkah ini dilakukan agar sektor usaha diharapkan bisa terjun langsung untuk melakukan perkembangan dua produk inovasi otomotif dan kesehatan.

Tindak lanjut ke sektor usaha itu nantinya ditujukan bagi pengembangan mobil dan sepeda motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sektor usaha juga akan ditujukan ke penemuan bidang medis yaitu stem cell dan kapsul cangkang dari rumput laut oleh Universitas Airlangga.

Bambang juga mengatakan Kemenristek dan BRIN akan terus mendorong ekosistem yang mendukung kelahiran inovasi di Indonesia.

Dukungan tersebut berkaitan dengan tujuan agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan bisa bersaing di kancah internasional pada 2045.

"Walaupun masih lama, kita harus mengubah berbagai konsep termasuk konsep ekonomi kita," ujarnya.

Konsep ekonomi yang dimaksud oleh Bambang adalah harus mengubah sistem dari 'efficiency-driven economy' (ekonomi berbasis efisiensi ke "inovation-driven economy" (ekonomi berbasis inovasi). (jnp/mik)