Tahun 2050, Tanah Jakarta Menurun Satu Kaki Orang Dewasa

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 06:14 WIB
Tahun 2050, Tanah Jakarta Menurun Satu Kaki Orang Dewasa Ilustrasi Jakarta. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap wilayah pesisir Jakarta di Jakarta utara mengalami penurunan permukaan tanah 2,5 cm per tahun.

Itu artinya, pada tahun 2050, permukaan tanah di Jakarta khususnya Jakarta Utara setidaknya menurun 75 cm dalam kurun waktu 30 tahun ke depan.

Penurunan 75 cm setara dengan satu kaki orang dewasa. Hitung-hitungan 75 cm didapat dari penelitian dari Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Robert Delinom yang menemukan rata-rata permukaan tanah Jakarta menurun 2,5 cm per tahun.


"Kalau 30 tahun ke depan, dengan 2 setengah cm artinya turun 75 cm. Khususnya Jakarta Utara," kata Robert saat dihubungi CNNIndonesia.com Senin (11/11).

Ia membeberkan faktor-faktor penyebab penurunan tanah Jakarta. Robert mengatakan setidaknya ada tiga faktor penyebab penurunan tanah di Jakarta.


Pertama adalah disebabkan oleh pengambilan air tanah oleh penduduk Jakarta. Pengambilan air tanah berlebihan menyebabkan penurunan tanah di Jakarta.

"Ada yang turun karena ada pengambilan air tanah. Tidak 100 persen  karena pengambilan air tanah. Karena ada faktor tanah," tutur Robert.

Faktor kedua adalah penurunan tanah juga disebabkan oleh faktor geologi seperti jenis tanah aluvial. Tanah aluvial tergolong sebagai tanah muda yang terbentuk dari endapan halus.

"Aluvial adalah tanah yang belum terpadatkan, masih muda. Di utara memang banyak endapan aluvial," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Endapan halus ini rentan terjadi longsor apabila terjadi hujan intensitas tinggi. Likuefaksi juga bisa terjadi ketika ada gempa yang turut menyebabkan penurunan tanah.

"Lalu ada gempa-gempa yang bisa mengakibatkan likuefaksi juga," tutur Robert.

Faktor ketiga adalah tata guna lahan. Ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta harus efektif melakukan tata guna lahan. Jangan sampai ada pertambahan bangunan skala masif di Jakarta Utara. Robert menyarankan agar daerah-daerah yang mengandung tanah aluvial tidak dibangun secara masif.

"Tempat yang pesisir jangan sampai dibangun masif. Kalau dikasih dia akan mempercepat penurunan tanah," kata Robert.

(jnp/DAL)