Mengungkap Penggunaan Ponsel Bisa Picu Ledakan di SPBU

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 07:58 WIB
Mengungkap Penggunaan Ponsel Bisa Picu Ledakan di SPBU Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti utama elektromagnetik desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Harry Arjadi mengatakan gelombang elektromagnetik pada ponsel bukan pemicu ledakan yang terjadi ketika sedang mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU).

Menurut Harry, perlu dilakukan peninjauan dari sisi kendaraan yang digunakan. Mengingat, ledakan bisa dipicu akibat kebocoran ketika dispenser bahan bakar (mesin untuk memompa bensin) dimasukkan ke dalam tangki hingga memicu percikan api.

"Saya menilai gelombang elektromagnetik ponsel di area SPBU tidak bisa memicu meledaknya dispenser saat dimasukkan ke tangki kendaraan. Padahal, dispenser itu ketika dikeluarkan ada udara yang lewat, kena angin dan konsentrasinya tidak pekat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (17/10).


"Misal, saya suka otak-atik motor. Kadang ada masalah pada busi dan kabel, apalagi kalau di dekat tangki bisa terjadi kebocoran," sambungnya.

Kendati demikian, Harry menyarankan untuk tidak menyalakan ponsel saat hendak mengisi bensin. Sebab bisa memengaruhi laju dispenser ketika dimasukkan ke dalam tangki kendaraan.

Ia kembali menegaskan jika gelombang elektromagnetik ponsel bukan pemicu utama ledakan di SPBU.

"Sebenarnya ponsel memang tidak boleh dinyalakan saat ingin mengisi bensin karena dapat memengaruhi laju dispenser, ketika dimasukkan ke tangki kendaraan," ucapnya.

"Namun, sekali lagi bahwa gelombang elektromagnetik ponsel tidak menyebabkan SPBU bisa meledak. Ada faktor lain."

Sebelumnya pada Jumat (11/10) terjadi kebakaran di sebuah SPBU di Cipayung, Jakarta Timur. Diduga pengemudi yang mengisi bahan bakar sedang bermain telepon seluler di dalam mobil dengan mesin dalam keadaan menyala.

Kendati tak ada korban jiwa, empat buah dispenser dan mobil milik pengemudi terbakar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan mobil yang terbakar telah dimodifikasi dengan tambahan tangki dan pompa sehingga diduga menjadi pemicu percikan api.

"Di dalamnya mobilnya dimodifikasi dengan tambahan tangki dan pompa. Kemungkinan api berasal dari percikan listrik pada mobil tersebut," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)