Youtube Bantah Soal Bakal Hapus Akun yang Tak Hasilkan Uang

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 14:44 WIB
Youtube Bantah Soal Bakal Hapus Akun yang Tak Hasilkan Uang Ilustrasi (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan video streaming, Youtube membantah kabar yang menyebut akun yang tak cukup menghasilkan uang akan dihapus. Kantor yang berkantor pusat di San Bruno, California itu lantas mengklarifikasi kalau Youtube pihaknya akan menghapus akun yang sudah cukup lama tidak digunakan.

"Untuk memperjelas, tidak ada aturan baru dalam Ketentuan Layanan kami untuk menghapus akun karena tidak menghasilkan uang. Namun, kami akan menghapus akun Youtube yang sudah usang atau penggunannya rendah," cuit @TeamYoutube, Selasa (12/11).



Sebelumnya, sempat beredar kabar dikalangan pengguna Youtube kalau akun yang tak cukup menghasilkan akan ditutup. Kabar itu tercantum pada aturan Ketentuan Layanan (Terms of Service) yang telah diperbarui perusahaan dan bakal diberlakukan mulai 10 Desember mendatang, seperti dilansir 9to5Google.


Kebijakan Youtube ini menuai kontroversi di kalangan kreator konten. Pasalnya, sebagian dari mereka menilai perusahaan tengah berupaya 'mematikan' mata pencaharian mereka.

"Youtube memiliki kebijakan Ketentuan Layanan baru, yang mana mereka akan menghapus akun yang tidak menghasilkan cukup uang. Kemungkinan saya akan kehilangan mata pencaharian," cuit kreator konten @MaracleMan pada 9 November lalu.

[Gambas:Video CNN]


Sebab, jika menilik laman Ketentuan Layanan (Terms of Service) Youtube, pada bagian Penangguhan & Pengakhiran Akun (Account Suspension & Termination) tercantum,

"Youtube dapat menghentikan akses akun Google Anda jika akun Youtube Anda tidak lagi layak secara komersial."

Sebelumnya, pada Januari 2018 Youtube juga sempat memperbarui aturan bagaimana kreator konten dapat menghasilkan uang dari iklan yang dipasang di video mereka.

Kepala Produk Youtube, Neal Mohan mengatakan kreator konten akan mendapat penghasilan jika iklan yang disematkan sesuai dengan isi konten video mereka.

"Saat ini kami memperkuat persyaratan untuk monetisasi konten sehingga spammer, peniru, dan pelaku kejahatan lainnya tidak dapat melukai ekosistem kami atau mengambil keuntungan dari kreator konten," terangnya dikutip Mashable.

(din/eks)