Penambahan dua startup unicorn tersebut akan melengkapi 5 startup unicorn Indonesia lainnya yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Gojek di sisi lain telah menyabet status decacorn dengan nilai valuasi diatas US$10 miliar.
"Saat ini officially unicorn-nya 5, berpotensi nambah 2 lagi. Akhir tahun ini. Jadi mudah-mudahan memasuki tahun baru 2020 nanti, unicorn kita bisa 7," ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan Indonesia menjadi negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi 10 negara dengan startup unicorn terbanyak di dunia.
Bambang menambahkan fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital diharapkan dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan proses bisnis baru berbasis digital.
[Gambas:Video CNN]
Proses ini diharapkan bisa menghasilkan produk berkualitas, serta mencapai produktivitas yang tinggi. Tantangan bagi setiap pemimpin perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital yang selalu berkembang setiap saat.
"Jangan sampai suatu Perusahaan sudah memutuskan untuk Go Digital tetapi karyawannya masih belum bisa beradaptasi," katanya.
Lebih lanjut Bambang juga berharap inovasi yang dihasilkan memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat dan pembangunan bangsa.