Otopet Listrik GrabWheels Wajib Digunakan di Jalur Sepeda

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 04:07 WIB
Otopet Listrik GrabWheels Wajib Digunakan di Jalur Sepeda Pengguna GrabWheels tidak menggunakan helm dan dioperasikan bukan di jalur sepeda. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menegaskan jalur sepeda boleh dilewati oleh otopet listrik. Otopet listrik juga bisa melewati trotoar selama trotoar tersebut ada marka jalan khusus sepeda.

"Iya untuk saat ini di konsep kami untuk operasionalnya akan ada di jalur sepeda. Iya betul (boleh di trotoar) selama itu sudah kita siapkan jalur sepeda ya," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Priyanto saat konferensi pers di wilayah Senayan, Jakarta, Senin (18/11).

Hingga akhir tahun, Pemprov DKI Jakarta telah berencana untuk merampungkan pembuatan jalur sepeda sepanjang 63 kilometer. Jalur sepeda ini nantinya bisa dilewati oleh alat mobilitas pribadi (PMD) yang mencakup sepeda, skuter listrik, skateboard, roller skate dan sejenisnya.


Sementara itu Priyanto mengatakan untuk daerah khusus seperti di Monas dan Gelora Bung Karno, pihak GrabWheels harus meminta izin kepada pihak pengelola.

Lebih lanjut, Priyanto juga mengatakan lebar jalur sepeda yang berwarna hijau tersebut cocok untuk dilewati oleh otopet listrik.

"1,5 meter itu jalur sepeda kalau di luar tergantung kayak di Sudirman, Thamrin 2,5 sampai 3,5 meter lebarnya," kata Priyanto.

Priyanto mengatakan dalam Peraturan Gubernur otopet listrik akan diatur soal batas kecepatan skuter listrik hingga 20 kilometer per jam. Saat ini kecepatan otopet listrik telah diatur hanya 15 kilometer per jam meskipun otopet memiliki kecepatan maksimum 25 kilometer per jam.

"Salah satu sarannya yang sudah dilakukan oleh mitra itu batas kecepatan itu diatur, dan di peraturan kita juga akan menyampaikan 20 km per jam," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Public Affairs of Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno mengatakan saat ini GrabWheels telah menyediakan 1.000 otopet listrik dengan jumlah stasiun parkir sebanyak 300.

Tri mengatatakan untuk mendukung keamanan dan keselamatan berkendara, Grab akan melengkapi kartu informasi. Grab juga akan mengedukasi 300 mitra parkir di Jabodetabek agar bisa memberikan sosialisasi keamanan dan keselamatan pengguna.

"Kami akan hadirkan satu station managers di area parkir GrabWheels di seluruh Jakarta untuk mengedukasi pengguna," ujar Tri.

[Gambas:Video CNN]

Janji Kasih Santunan Korban GrabWheels

Grab Indonesia berjanji memberikan santunan kepada dua korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan GrabWheels di area Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (10/11). Tri mengklaim pihaknya sudah menemui keluarga korban.

"Sudah sudah. Menunggu masa berkabung lewat. Pasti akan kita kasih (santunan)," kata Tri.

Akan tetapi karena masih masa berkabung, Tri mengatakan belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal santunan. Grab akan bertemu lagi dengan pihak keluarga untuk memberikan santunan.

Tri mengatakan dua korban tewas telah dijamin oleh asuransi. Akan tetapi Tri tidak menjelaskan apakah kedua korban dijamin oleh asuransi dari Grab atau asuransi pribadi.

"Iya, semua ter-cover. Jadi saat ini kami sedang usaha bicara dulu dengan keluarga korban," kata Tri.


Ketika ditanya apakah pengguna GrabWheels dijamin oleh asuransi, Tri mengatakan pengguna Grab dijamin oleh asuransi. Syarat dan ketentuan asuransi disebut Tri berada di aplikasi.

"Nanti kita sampaikan detail-nya di aplikasinya ya," kata Tri.
(jnp/mik)