BKPM Yakin Korporasi Teknologi Investasi di Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 04:05 WIB
BKPM Yakin Korporasi Teknologi Investasi di Indonesia Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini perusahaan teknologi, informasi, komunikasi (TIK) bisa berinvestasi di Indonesia dalam jumlah besar. Hal itu karena merupakan bentuk kemajuan zaman yang tidak dapat dibendung.

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan, Humas, dan Tata Usaha Pimpinan (BPPHT) BKPM Suhartono berharap investasi bidang TIK ke depannya akan membanjiri Indonesia karena segala sektor industri akan menerapkan TIK untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas industri.

"Ke depan semua orang pasti menggunakan teknologi informasi, sektor apa pun. Dari sisi potensi pasar TIK, Indonesia pun dianggap merupakan pasar yang besar," kata Suhartono saat ditemui CNNIndonesia.com dalam acara Pinvest di Jakarta, Selasa (19/11).



Suhartono saat ini mengatakan perusahaan asal Korea Selatan, Samsung telah menanamkan modal di Indonesia dalam bentuk pabrik perakitan ponsel yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Ia mengatakan Samsung menanamkan modal di Indonesia merupakan hasil promosi yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan BKPM agar Samsung bisa menanamkan modal di Indonesia.

"Teknologi Samsung sudah kembangkan ponsel di Indonesia dari tahun lalu, dan fasilitas pajak terkait janjinya bangun perakitan ponsel di Indonesia," kata Suhartono.

[Gambas:Video CNN]

Suhartono juga mengatakan, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menargetkan realisasi investasi senilai Rp700 triliun yang urung masuk ke Indonesia.

Investasi terkendala masuk ke Indonesia karena terbentur berbagai regulasi hingga perizinan. Oleh karena itu, BKPM berencana menyelesaikan masalah ini agar investasi terealisasi.

"Artinya kalau mereka bisa diselesaikan izinnya, mereka realisasi berarti masuk investasi Rp700 triliun itu," ujarnya. (jnp/lav)