Dana Enggan Buka-bukaan Soal Merger dengan OVO

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 03:40 WIB
Dana Enggan Buka-bukaan Soal Merger dengan OVO Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Layanan pembayaran elektronik, Dana tidak mau memberi komentar terkait kabar merger (penggabungan) dengan sesama pembayaran digital lainnya yakni Ovo. Ketika ditanya kembali apakah sudah ada pembicaraandenganpihakOvo, Vincent tetap enggan memberi jawaban.

Sebelumnya, salah satu perusahaan transportasi online Grab dikabarkan sedang melalukan pembicaraan untuk menggabungkan perusahaan uang elektronik Ovo dengan Dana untuk menyaingi usaha uang elektronik milik Gojek yakni Gopay.

"Can't comment on market rumor [tidak bisa berkomentar atas rumor yang ada di pasaran]," kata Co-founder dan CEO Dana, Vincent Iswara kepada awak media usai acara Kolaborasi Sinergis Bluebird dan Dana di kantor pusat Bluebird, Jakarta, Rabu (20/11).

Penggabungan itu dilakukan Grab dengan membeli saham mayoritas Dana yang selama ini didominasi oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Menurut kabar yang beredar, langkah tersebut masih dalam tahap awal sehingga belum ada penjelasan lebih lanjut.


Selain itu, berhembus kabar pembicaraan mengenai struktur kepemilikan masih perlu dibicarakan dengan Bank Indonesia lantaran ada batasan kepemilikan asing di dalam sistem pembayaran digital.

Sebab saat ini Grab disokong pendanaan oleh Softbank, sementara Dana didanai oleh Ant Financial Services Group yang dulunya bernama Alipay.

Sayangnya, pihak Grab dan Ovo belum memberikan keterangan resmi mereka soal rumor penggabungan alat pembayaran elektronik ini.

Rencana itu disebut membuat persaingan keuangan digital di Indonesia kian sengit, mengingat sektor ekonomi digital di Indonesia tengah berkembang dengan potensi pasar yang cukup besar yakni 260 juta penduduk.

Ini juga menandakan babak baru persaingam antara dua perusahaan rintisan skala besar Grab dan Gojek, yang masing-masing saat ini memiliki valuasi aset sebesar US$14 miliar dan US$10 miliar.
(din/eks)