Dilansir dari Times of India, saat pengguna mencoba untuk memperbarui aplikasi, terdapat notifikasi yang muncul berbunyi "Aplikasi ini dapat mengumpulkan data yang dapat digunakan untuk melacak Anda."
Menurut informasi terbaru yang dilansir dari Android Police, Xiaomi mengatakan bahwa hal tersebut terjadi akibat perubahan algoritma yang dilakukan Google Play Protect sehingga mengakibatkan Quick apps diduga sebagai malware.
"Kami menghubungi Google mengenai hal ini dan kemungkinan hal itu terjadi karena revisi dalam algoritma Google Play Protect. Yakinlah bahwa aplikasi sistem ini benar-benar aman," jelas Xiaomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Quick apps merupakan aplikasi bawaan pada ponsel Xiaomi yang tak bisa dihapus.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, sebuah laporan dari pengguna yang ditulis di Medium menemukan bahwa Quick apps meminta hingga lebih dari 55 perizinan termasuk memasang aplikasi tanpa pemberitahuan, mengambil IMEI pengguna, merekam audio, video, dan panggilan. Lewat telisik dari Gagan Jain Bommaiah Satish, Xiaomi juga ternyata bekerjasama dengan Druid sebagai pihak analitik berbasis iklan.
Iklan ini bisa diperlihatkan di layar kunci, widget Berita, iklan Browser, pop-up Saran, dan sebagainya.