Tak Kapok Ditolak, Gojek Kembali Usaha Mengaspal di Filipina

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 18:29 WIB
Tak Kapok Ditolak, Gojek Kembali Usaha Mengaspal di Filipina Ilustrasi Gojek. (Dok. Go-Jek via Facebook).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan rintisan ride-hailing, Gojek disebut kembali mengajukan dokumen untuk bisa mengaspal di Filipina, setelah dua kali ditolak oleh otoritas setempat.

"Kami telah melihat dokumen-dokumen itu (pengajuan izin operasional) dan kami juga telah menyerahkannya kepada DoTR (Departemen Transportasi Filipina)," kata Kepala Badan Pengatur Waralaba Transportasi, Martin Delgra seperti dikutip dari kantor berita Nikkei Asian Review.

Badan pengaturan transportasi darat (Land Transportation Franchising and Regulatory Board-LTFRB) di Filipina sebelumnya menolak pengajuan operasional Gojek di negara itu. Penolakan termaktub dalam surat No.096 pada 20 Desember 2018.


Penolakan dilakukan terkait kepemilikan saham perusahaan lokal yang digandeng Gojek di Filipina, yang dianggap melanggar paragraf pertama pasal dua (II) Memorandum Circular No. 2015-015-A tertanggal 23 Oktober 2017.


Di Filipina, pemerintah setempat mensyaratkan kepemilikan saham lokal harus 60 persen, sementara kepemilikan saham asing hanya diperbolehkan 40 persen.

Dilansir Tech in Asia, di dalam surat pengajuan izin disebutkan bahwa pemodal ventura Filipina Pace Crimson Ventures Corp telah mengakuisisi 60 persen saham perusahaan lokal yang dibuat Gojek, yakni Velox Technology Philipines.

Langkah itu dinilai cukup untuk memenuhi persyaratan kepemilikan lokal minimum untuk perusahaan transportasi.


CNNIndonesia.com pun telah menghubungi Corporate Communications Senior Associate Gojek, Raisa Oktovera namun belum ada jawaban.

Sebelumnya pada pertengahan 2018 lalu, Gojek mengumumkan rencana ekspansi bisnis ke empat negara yakni Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Gojek menyiapkan sekitar US$500 juta (sekitar Rp7,1 triliun) untuk mewujudkan rencana ekspansinya tersebut.

Berbeda dengan Filipina, Gojek sudah mulai mengaspal di jalanan Singapura dan Vietnam. Ekspansi bisnis Gojek ke sejumlah negara tak lain sebagai langkah untuk menjadi pesaing Grab usai Uber mengumumkan angkat kaki dari Asia Tenggara. (din/lav)