Pemerintah AS Kembali Perpanjang Lisensi Google ke Huawei

eks, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 15:37 WIB
Pemerintah AS Kembali Perpanjang Lisensi Google ke Huawei Ilustrasi (DAVID MCNEW / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan Amerika Serikat kembali memperpanjang lisensi produk-produk AS kepada Huawei selama 90 hari ke depan, Senin (18/11) pagi waktu setempat. Padahal, seharusnya hari ini lisensi perangkat keras dan lunak seperti berbagai layanan Google, untuk Huawei berakhir.

Pada Mei lalu, pemerintah AS sempat memperpanjang penggunaan lisensi Google dkk selama 90 hari. Kali ini, izin lisensi TGL (Temporary General License/ Lisensi Umum Sementara) tersebut kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya.

Lisensi TGL ini berpengaruh tidak hanya bagi layanan Google pada perangkat smartphone Huawei. Tapi juga berpengaruh pada kebutuhan lisensi perangkat lunak dan keras yang dibutuhkan oleh jaringan telekomunikasi Huawei. Sebab, salah satu bisnis utama Huawei adalah penyedia perangkat jaringan telekomunikasi yang digunakan oleh para operator.

"Perpanjangan TGL memungkinkan Huawei untuk melanjutkan layanan bagi pelanggan bagi pelanggan di wilayah yang paling terpencil di Amerika Serikat yang akan terputus dalam kegelapan (koneksi telekomunikasi)," jelas Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, seperti dikutip dari laman resmi kementerian tersebut.


"Pihak Kementerian akan terus memonitor ekspor teknologi penting untuk memastikan inovasi kamu tidak disalahgunakan sehingga mengancam keamanan nasional kami."

Pada Mei, Huawei masuk dalam daftar hitam setelah perusahaan itu diduga terlibat dalam aktivitas yang berlawanan dengan kebijakan pemerintah AS.

Huawei menyebut perpanjangan lisensi ini tidak akan memberikan efek yang mendasar pada bisnis Huawei. "Keputusan ini tidak mengubah fakta kalau Huawei telah diperlakukan tidak adil," seperti dikutip CNBC.

[Gambas:Video CNN]


Huawei bersikeras pelarangan ini akan memberikan lebih banyak kerugian bagi AS ketimbang perusahaan China itu.

Mei lalu, Presiden Trump melarang perusahaan AS untuk menggunakan perangkat telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan yang mengancam keamanan negara itu. Trump telah memerintahkan Kementerian Perdagangan untuk membuat kerangka penegakan hukum terkait putusan ini pada Oktober. Namun, hingga saat ini aturan tersebut masih belum dikeluarkan.

Pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberikan lisensi individual untuk perusahaan AS untuk menjual komponen bagi Huawei. Pertimbangan ini dilakukan setelah kementerian menerima 200 permintaan untuk hal itu. Namun, saat perpanjangan lisensi dilakukan masih belum ada tindakan diambil.

Pekan lalu, The New York Times melaporkan kalau pemerintah AS tengah mempertimbangkan pengecualian pemblokiran lisensi bagi Huawei. Pengecualian akan diberlakukan bagi sejumlah produk spesifik. Sehingga konsumen tetap bisa membeli smartphone perusahaan itu.
(eks)