Pabrik Kecil Hyundai di Indonesia Tetap 'Ngebul'

fea, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 19:08 WIB
Pabrik Kecil Hyundai di Indonesia Tetap 'Ngebul' Produksi H-1 di Indonesia bakal ditingkatkan walau Hyundai Motor Company sudah menyatakan bakal mendirikan pabrik baru. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu isi Memorandum of Understanding (MoU) antara Hyundai Motor Company dengan pemerintah Indonesia yakni pembentukan perusahaan baru bernama Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Hal ini memunculkan kecurigaan bakal ada perubahan status dua perusahaan lokal, Hyundai Indonesia Motor (Agen Pemegang Merek/APM) dan Hyundai Mobil Indonesia (distributor).

Hyundai Indonesia Motor dan Hyundai Mobil Indonesia merupakan dua perusahaan hasil Penanaman Modal Dalam Negeri yang selama ini menjalani bisnis otomotif Hyundai di dalam negeri.

Hyundai Indonesia Motor sebagai APM mengendalikan pabrik di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat yang berkapasitas 26 ribu unit per tahun dan memiliki dua jalur produksi yang salah satunya digunakan untuk melahirkan MPV medium H-1. Pabrik ini merupakan hasil investasi sendiri, bukan berasal dari Hyundai Motor Company.


Sedangkan Hyundai Mobil Indonesia sebagai distributor saat ini memiliki 30 jaringan penjualan dan 18 jaringan servis berdasarkan situs resmi.

Perusahaan baru, HMMI, merupakan entitas yang dibentuk sebagai penyalur investasi senilai Rp21,8 triliun dari Hyundai Motor Company mulai tahun ini hingga 2030. Investasi besar itu di antaranya digunakan untuk membangun pabrik dengan kapasitas awal 150 ribu unit per tahun di Deltamas, Bekasi, Cikarang, Jawa Barat yang akan beroperasi pada 2021 dan mendirikan 100 jaringan dealer pada 2021.

Menurut Deputy Marketing Director Hyundai Mobil Indonesia Hendrik Wiradjaja, pihaknya bakal tetap mendistribusikan produk-produk Hyundai di Indonesia kendati pengumuman investasi Hyundai Motor Company sudah diumumkan.

Selain itu dia juga menyebut pabrik di Pondok Ungu akan tetap beroperasi. Bahkan dia mengungkap sudah ada rencana untuk menambah produksi dan kuota ekspor ke negara tujuan baru.

"Sejauh ini kami masih terus produksi dan ekspor, bahkan dalam waktu dekat mungkin akan menambah negara ekspor pada 2020," kata Hendrik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).

Pabrik Hyundai di Pondok Ungu saat ini cuma memproduksi H-1 sejak 2009 yang ditujukan bukan hanya untuk pasar domestik tetapi juga ekspor ke Thailand, Bhutan, dan Brunei Darussalam. Berdasarkan data Gaikindo, sebanyak nyaris 3 ribu unit H-1 sudah diekspor selama Januari-Oktober.

Kendati demikian Hendrik menyatakan belum bisa menjelaskan terkait dugaan status HMMI sebagai APM menggantikan Hyundai Indonesia Motor. Menurut dia hal itu merupakan hak Hyundai Motor Company untuk menjelaskan.

Hendrik menolak persepsi yang menyatakan pihak lokal tidak dilibatkan terkait rencana investasi prinsipal. Menurut dia perwakilan lokal dan prinsipal terlibat dalam diskusi sejak dua tahun sebelum pengumuman investasi di Indonesia.

"Kami sebagai partner HMC tentu terlibat dalam survey, studi produk, studi pasar, pastinya kami selalu berdiskusi," ujar Hendrik. (fea)