Bos Twitter Pindah ke Afrika Tahun Depan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/11/2019 12:28 WIB
Usai menjalani tur ke sejumlah negara Afrika, bos Twitter Jack Dorsey menyatakan mulai tahun depan ia akan tinggal di benua tersebut. Bos dan pendiri Twitter, Jack Dorsey. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bos sekaligus pendiri Twitter Jack Dorsey menyatakan lewat akun media sosialnya bahwa tahun depan ia akan tinggal di Afrika selama enam bulan.

Jack sendiri baru mengakhiri perjalanan di benua tersebut selama satu bulan dan saat ini berada di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

"Sedih karena meninggalkan benua ini... untuk sekarang. Afrika akan jadi masa depan (terutama terkait bitcoin!)," kata Dorsey. "Saya belum memastikan kapan waktunya, tapi saya akan tinggal di sini selama 3-6 bulan pada pertengahan 2020."


Pendiri Twitter yang dikenal dengan nama Jack itu pada dua pekan terakhir menjalani tur di Afrika dengan mendatangi Ghana, Nigeria, Ethiopia, dan Afrika Selatna.

Di Nigeria, Dorsey bertemu dengan para pengusaha start-up, para pekerja kreatif, serta anggota direksi Twitter yang juga mantan direktur Bank Dunia, Ngozi Okonjo-Iweala.

Salah seorang pengembang piranti lunak sempat membuat Dorsey terkesan, yaitu Dara Oladosu yang menciptakan aplikasi Quoted Replies. Dorsey kemudian menawarkan Oladosu pekerjaan.

Sementara itu, di Ghana Dorsey bertemu dengan para pengusaha bitcoin. Dorsey sendiri dikenal sebagai pendukung bitcoin dan mengatakan ia siap mengintegrasikan uang kripto tersebut pada Twitter dan Square -- perusahaan lain miliknya.

Di Ethiopia Dorsey juga bertemu dengan para pemilik startup dan mendengarkan ide-ide mereka.

Ethiopia yang merupakan negara terpadat kedua di Afrika memiliki ambisi untuk membangun kekuatan ekonomi digital. Pemerintah Ethiophia memperkirakan tiga juta lapangan kerja tercipta karena program tersebut.

Ekosistem industri teknologi Afrika saat ini mengalami perkembangan signifikan. Google, Microsoft dan Huawei telah memperluas sayap mereka ke Ghana dan menargetkan para pengembang piranti lunak dan pekerja kreatif.

Dikutip dari CNN.com, Twitter tidak merespons ketika ditanyai soal rencana Dorsey selanjutnya. (vws)