Autentikasi Dua Faktor Twitter Kini Bisa Tanpa Nomor Telepon

CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 02:55 WIB
Autentikasi Dua Faktor Twitter Kini Bisa Tanpa Nomor Telepon Ilustrasi twitter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan media sosial populer, Twitter menghadirkan dukungan autentikasi dua faktor (two-factor authentication) tanpa nomor telepon. Sebab, perusahaan sempat mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk tidak bergantung pada nomor telepon.

Artinya, saat pengguna hendak memverifikasi akun Twitter mereka, pengguna bisa menggunakan aplikasi keamanan ponsel yakni Authy atau Google Authenticator.

"Kami selalu mencari cara untuk memberikan pengalaman login yang lebih aman bagi orang-orang yang menggunakan Twitter. Itu sebabnya kami telah lama berinvestasi dalam menawarkan serangkaian metode autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan akun," tulis Software Engineering Twitter, Brian Wong dikutip blog resmi Twitter.


"Hari ini, kami menjalankan protokol FIDO2 WebAuthn yang memiliki kemampuan tahan phising yang disediakan oleh 2FA [autentikasi dua faktor] berbasis keamanan kunci," sambungnya.


Berikut cara mengatur autentikasi dua faktor akun Twitter melalui situs web, seperti dilansir 9to5mac:

1. Klik ikon tiga titik vertikal pada situs www.twitter.com.
2. Klik Pengaturan dan Privasi.
3. Klik Akun.
4. Lalu klik Keamanan.
5. Klik autentikasi Dua Faktor.
6. Ada tiga opsi yang bisa pengguna pilih yaitu pesan teks, aplikasi autentikasi, dan kunci keamanan untuk dua faktor.

[Gambas:Video CNN]

Setelah mengatur autentikasi dua faktor, berikut cara menghapus nomor telepon dari profil Twitter:

1. Klik ikon tiga titik vertikal pada situs www.twitter.com.
2. Klik Pengaturan dan Privasi.
3. Klik Akun.
4. Lalu klik Keamanan.
5. Klik Telepon.
6. Lalu klik Hapus Nomor Telepon.


Inisiatif Twitter ini juga dilandasi atas tindakan perusahaan yang tidak sengaja menggunakan nomor telepon pengguna mereka untuk mengirim iklan.

Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco, California, AS ini mengklaim dengan menggunakan kunci keamanan atau aplikasi otentikasi dua faktor secara berkala lebih aman dibanding SMS.

(din/DAL)