Driver Ojol Resah, Prank Order Fiktif Bikin Rugi

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 20:16 WIB
Driver Ojol Resah, Prank Order Fiktif Bikin Rugi Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Maraknya tindakan iseng alias prank yang ditujukan pada driver ojek online (ojol) akhir-akhir ini membuat resah. Sebab perbuatan tersebut dianggap tidak manusiawi dan merugikan driver ojol.

Salah satu mitra driver Grab Imam Subekti mengatakan bahwa aksi prank itu sangat merugikan ojol sebab mengeksploitasi kesedihan demi meraup keuntungan si YouTuber sendiri.

"Kalau menurut saya kurang manusiawi. Pertama, kita di-prank otomatis kita merasa dirugikan dong, kita merasa direndahkan. Kedua, yang nge-prank itu nantinya dapat keuntungan dong karena kan YouTuber kan. Jadi kalau menurut saya sih, sedang kekinian saat ini nge-prank ojol menurut saya kurang manusiawi," ujar Imam.


Imam juga meminta YouTuber tidak lagi membuat konten prank. Dia pun menyarankan YouTuber membuat konten yang kreatif dan dapat memotivasi setiap orang yang menonton konten itu.

"Kalau pesan saya sih cobalah cari konten yang lebih bisa mendidik. Untuk YouTuber, saya harap ke depannya bikin konten yang lebih bisa memberikan motivasi ya, karena kan YouTube itu awalnya sebagai tontonan, lama-kelamaan jadi tuntunan gitu. Kalau bikin konten dengan ojol yang bermanfaat," pesan Imam.

Senada, driver ojol lain Cecep Wahyu mengaku dirinya pernah terkena orderan fiktif oleh customer ojek online. Dia mengaku kecewa saat mengetahui orderan itu fiktif.

"Pernah (dapat orderan fiktif). Wah itu gondok (kesal) banget ya saat itu belanja Go-Food," ujar Cecep.

Selain mengutarakan ketidaksukaannya, ia juga mengecam aksi Youtuber yang mereka lakukan demi menambah konten. Sebab tindakan tersebut menimbulkan dampak negatif bagi ojol dan bisa berdampak panjang.

"Itu akan menimbulkan oknum-oknum yang akan menirukan hal-hal tersebut, tapi nanti dia akan tidak bertanggung jawab untuk prank-prank tersebut, karena nanti akan merugikan juga performa driver-nya. Karena ketika performa driver itu turun, nanti mereka sulit untuk mendapatkan poin atau insentif ya," ujar Cecep.

Cecep menilai prank itu bisa ditiru masyarakat yang menonton konten Youtuber itu. Dia pun mengimbau agar setiap Youtuber tidak membuat prank ojol seperti yang ramai dibincangkan saat ini.

"Pendapat saya untuk prank-prank ojol tersebut untuk tidak dipublikasikan di media sosial, atau sejenisnya, karena kita sebagai driver ojol juga tidak ingin nantinya ada imbas-imbas yang merugikan driver."

"Untuk prank tersebut mungkin driver harus lebih hati-hati ya, lebih teliti lagi dalam pembelian terutama untuk layanan makanan. Lebih teliti dari record dari customer tersebut, karena kan customer sendiri ada record-nya, rating-nya juga diperhatikan," pesan Cecep. (fef)