Terbantu GrabExpress, Bisnis Camilan Ucu Raih Sukses

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 09:46 WIB
Terbantu GrabExpress, Bisnis Camilan Ucu Raih Sukses Ilustrasi GrabFood. (Dok. Grab Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum pernah terpikirkan sebelumnya di benak Ulfah Nurfebrianti, di usianya yang ke-25 ia sukses merintis usaha camilan tradisional Dorokdok. Dorokdok merupakan kerupuk kulit khas Jawa Barat. Dinamakan Dorokdok karena diambil dari bunyi renyahnya camilan tersebut saat digigit.

Ucu, biasa ia dipanggil, bercerita bisnis camilan ini dimulai tidak disengaja. Saat Mei 2019, Ucu mengunggah Instagram Story soal Dorokdok. Dorokdok yang dibungkus plastik sebesar guling itu ternyata direspons teman-temannya. Mereka meminta Ucu mengirim ke rumahnya.

Beberapa waktu berselang, teman-teman Ucu ternyata meminta Dorokdok itu dikirim lagi. Melihat adanya peluang, Ucu mencoba membuatnya menjadi usaha. Bermodalkan uang pinjaman dari orang tua, kisah bisnis yang baru 5 bulan tapi sudah membuka distributor di 25 kota di Indonesia ini pun bermula.


"Modal awal jualan Rp1,5 juta, minjem ke orang tua," ujar Ucu.

"Uang itu aku beliin 15 bungkus Dorokdok. Dulu modal dua foto doang di Instagram. Aku open order di story soal Dorokdok guling ini. Akhirnya, dari 15 bungkus yang dijual, yang minat ada 32. Sore itu, uang modal aku kembaliin ke mama dan dana diputar hingga Dorokdok sebesar ini. Awalnya dari 15 bungkus per hari, kini sekitar 4.500 bungkus bisa terjual per hari."

Dalam menjalankan usahanya, Ucu dibantu oleh Lutfi. Berbeda dengan Ucu, Lutfi lebih berpengalaman di bidang bisnis. Beberapa jenis bisnis pernah dia coba. Mereka lantas mengembangkan bisnis ini hingga sekarang, mulai dari varian rasa, promosi, dan sebagainya.

Kerja keras ini pun membuahkan hasil. Distributor Dorokdok sudah bertambah di kota-kota lain di Indonesia dan terus berkembang.

Atas capaian bisnis ini, Lutfi mengaku omzetnya sudah jauh berkali lipat dibandingkan awal dulu. "Pokoknya omzet kita, yang dulu kita enggak terbeli mobil, sekarang bisa beli mobil," ujar Lutfi.

Pasar dari Dorokdok sendiri memang fokus di media online sehingga koneksinya lebih luas. Dalam sehari, 30-50 pengiriman Dorokdok (80 persen) menggunakan layanan GrabExpress. Ucu mengaku layanan ini cepat, mudah, dan aman.

"Kita tinggal masukan titik penjemputan dan titik yang dituju, terus mitra kurirnya datangnya cepat. Saya juga paling suka dengan fitur pelacakan langsung dan bukti pengiriman. Jadi lebih aman pastinya," ujar Ucu.

Selain itu, ada juga fitur pengiriman langsung ke tiga titik antar. "Jadi saya tidak usah pesan berkali-kali. Cukup satu kali pesan, mitra kurir bisa kirim ke tiga alamat berbeda. Hemat waktu banget."

Tidak hanya di perkotaan, di kampung tempat Dorokdok dibuat berdampak positif meningkatkan ekonomi warga setempat.

"Yang tadinya hanya beberapa karyawan, produksinya bertambah, pengiriman luar kota bertambah, otomatis banyak pekerja baru. Saat kami main ke pabrik, kalau kami datang karyawan-karyawan yang mayoritas ibu-ibu begitu antusias dan berterima kasih. Itu yang bagi kami adalah nilai dari usaha ini," ucap Ucu. (fef)