Pasar Kawasaki Terkoreksi, Honda Tumbuh 4 Persen

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 10:20 WIB
Pasar Kawasaki Terkoreksi, Honda Tumbuh 4 Persen Kawasaki Ninja 250 cc 4-silinder di pameran Tokyo Motor Show 2019. (Foto: CNN Indonesia/ M. Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasaki mengalami tekanan selama periode Januari-Oktober 2019. Penjualan sepeda motor Kawasaki turun nyaris lima persen tahun ini jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara Honda, sebagai penguasa pasar otomotif roda dalam negeri mengalami pertumbuhan sebesar empat persen.

"Terkoreksi sedikit, ya tidak banyak masih di bawah lima persen," kata Head Sales and Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael C. Tanadhi ditemui di Jakarta belum lama ini.

Michael enggan menyebutkan penurunan penjualan Kawasaki, namun jika melihat dari produk, KMI punya beragam model. Ia hanya optimistis penjualan keluarga KLX, W, Ninja, dan motor sport lain berkubikasi besar Kawasaki bersaing pada pasar nasional hingga akhir 2019.


"Ya kalau kami lihat pasar Kawasaki sekarang KLX itu 50 persen lebih ada, W itu ada 15 persen dan sisanya Ninja dan motor besar lain," ucap dia.

Secara terpisah, Honda optimistis menutup tahun dengan capaian positif. Harapannya penjualan Honda sepanjang tahun ini mencapai 4,8 juta unit atau naik dari perolehan tahun lalu 4,7 juta unit.

Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan hingga Oktober performa penjualan Honda terbilang baik, atau tumbuh empat persen menjadi 4,1 juta unit.

"Jadi dibandingkan tahun lalu kami tumbuh empat persen," ucap Thomas di Ambarawa, Jawa Tengah.

Dijelaskan Thomas, skuter matik masih menjadi tulang punggung penjualan AHM. Penjualan skutik tumbuh hingga tujuh persen.

[Gambas:Video CNN]

Matik 110 cc masih menjadi yang terlaris misalnya BeAt dan Scoopy dengan total mencapai 200 ribu unit per bulan. Itu belum ditambah Genio dengan jualan 35 ribu unit per bulan.

"Kalau di kami itu kontribusi 87 persen penjualan masih matik. Tapi matik 110 cc masih terlaris sampai sekarang. Sementara bebek turun 8 persen, sport turun 17 persen," tutur Thomas.

Mengutip data penjualan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan roda dua dalam negeri pada 2018 sentuh 6.383.111 unit atau melewati target 6,1 juta unit. Pencapaian itu sekaligus melewati angka penjualan 2017, sebanyak 5.886.103 unit atau tumbuh 5,8 persen.
Selama 2018 penjualan motor Honda terdata 4.759.202 unit, Yamaha 1.455.088 unit, Suzuki 89.508 unit, Kawasaki 78.982 unit, dan TVS 331 unit.

Masih berdasarkan data AISI 2018, sepeda motor mesin 65-124 cc mendominasi penjualan dengan torehan 3.681.892 unit, sementara sepeda motor berkubikasi 125-149 cc mencapai 1.806.599 unit. (ryh/mik)