Harga Masih Kemahalan, Honda Tetap Fokus pada PCX Listrik

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 20:27 WIB
Harga Masih Kemahalan, Honda Tetap Fokus pada PCX Listrik Honda PCX Electric. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, terasa belum ingin menggarap motor listrik harga terjangkau seperti yang saat ini sudah dilakukan Gesits Technologies Indo (GTI) dan Viar.

GTI sudah memiliki produk skuter listrik bernama Gesits yang harganya ditetapkan Rp24,95 juta (off the road) pada Juli lalu. Namun, model yang desainnya mirip Honda Vario ini hingga sekarang belum didistribusikan ke konsumen.

Sementara itu Viar sudah lebih dulu menjual skuter listrik Q1 sejak 2017. Motor yang generasi keduanya sudah meluncur pada Juli lalu ini sekarang dilego Rp18,95 juta.


AHM sebenarnya sudah mulai memperkenalkan motor listrik PCX Electric pada Januari, meski begitu statusnya bukan dijual retail ke konsumen melainkan menggunakan sistem sewa Rp2 juta per bulan. PCX Electric diduga masih kemahalan bila dijual ke konsumen, rumornya harga lebih Rp100 juta.

Meski demikian, AHM menyatakan tetap fokus pada PCX Electric.

"Saat ini kami fokus di PCX listrik," kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya ketika ditemui di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Thomas menilai motor listrik bukan cuma bicara harga terjangkau, tapi juga kenyamanan konsumen. Dia melihat kehadiran motor listrik bakal mengubah gaya berkendara masyarakat yang selama ini terbiasa menggunakan motor konvensional.

"Karena ada perubahan berkendara cukup signifikan loh. Seperti punya kecepatan 60-70 km, kemudian jarak tempuh hanya 60 km. Itu perilaku pengendara berubah dan perlu adaptasi," kata Thomas.

AHM Akui Kemahalan

Thomas tak menampik banderol PCX Electric belum sesuai kantong konsumen Indonesia. Ia menjelaskan harga bisa mahal karena teknologi baterai yang tertanam pada skuter listrik itu.

"Ya saat ini memang teknologinya memang masih tinggi. Makanya kami sistemnya B to B dengan cara rental," ucap Thomas.

PCX EV menggendong dua unit baterai portabel yang disebut 'Honda Mobile Power Pack'. Bila terisi penuh baterai ini mampu menggerakkan sepeda motor sejauh sekitar 69 km (hasil pengujian dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam secara konstan).

Honda Mobile Power Pack bisa diisi ulang menggunakan dua mekanisme, yakni off-board charging (tukar baterai) atau on-board charging (memanfaatkan listrik rumah atau gedung).

PCX EV dirakit lokal di pabrik AHM kawasan Sunter, Jakarta Utara. Namun Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sepeda motor ini masih dirahasiakan. (ryh/fea)