Amazon Uji Coba Terakhir Roket untuk Bawa Turis ke Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 06:56 WIB
Roket besutan anak perusahaan Amazon bernama New Shepard melakukan uji coba penerbangan untuk bersiap membawa turis ke luar angkasa. Ilustrasi roket. (Screenshot via web Nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Roket besutan anak perusahaan Amazon yakni Blue Origin melakukan uji coba penerbangan di sebuah pedesaan di Texas, AS hari ini (12/12). Roket yang diberi nama New Shepard ini nantinya bakal membawa turis ke luar angkasa.

Saat uji terbang, New Shepard melonjak tajam lebih dari 65 mil ke atmosfer Bumi. Perusahaan yang dipimpin Jeff Bezos ini mengatakan bahwa uji terbang ke-12 New Shepard merupakan yang terakhir sebelum resmi dikomersialkan.

Setelah 10 menit berada di atmosfer Bumi, New Shepard kembali ke Bumi menggunakan tiga parasut untuk memperlambat laju roket seperti dikutip CNN.


Selain menyelesaikan uji terbang roket New Shepard, Amazon memiliki sebuah proyek yang disebut OSCAR untuk membantu Badan Antariksa Amerika (NASA) memahami bagaimana peneliti dapat mengubah limbah menjadi tenaga penggerak atau pendukung kehidupan saat misi eksplorasi ruang angkasa.


Perusahaan dikabarkan akan mematok harga sekitar US$200ribu hingga US$300 ribu (sekitar Rp2,8 miliar- Rp4,3 miliar) per orang. Bahkan diketahui ada hotel ruang angkasa yang dirancang oleh perusahaan penyedia transportasi antariksa yakni Orion Span, untuk memenuhi kebutuhan turis.

Meski belum beroperasi,  pemesanan kamarnya sudah mulai dibuka untuk umum. Sesampainya di stasiun luar angkasa milik Orion Span, tamu bisa melakukan aktivitas layaknya astronot seperti melayang di tengah langit sampai menanam tumbuhan untuk dipanen.

Selama berada di dalam "hotel", tamu sekaligus bisa menikmati segala macam fenomena alam. Tak hanya belasan momen matahari terbit dan terbenam, momen Cahaya Utara juga bisa dengan mudah disaksikan selama 24 jam.

[Gambas:Video CNN]

Paket menginap di Aurora Station diganjar dengan harga yang tak murah, yakni seharga US$9,2 juta (sekitar Rp126 miliar) per orang. Harga tersebut belum termasuk biaya deposit dan pendaftaran seharga US$80 ribu (sekitar Rp1,1 miliar) per orang.

Orion Span berencana untuk mulai menerbangkan tamunya ke luar angkasa pada akhir tahun 2022.

Selain mengoperasikan hotel, Orion Span juga akan membuka lahan di langit untuk apartemen dan laboratorium luar angkasa, sebuah ide yang memang sangat di luar nalar jika dipikirkan pada saat ini.

(din/DAL)