Spesies Tanaman dan Hewan Langka Penghuni Hutan Amazon

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 12:54 WIB
Kebakaran hutan Amazon saat dari pantauan udara. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir mengancam spesies tanaman dan hewan penghuni asli hutan Amazon, Brasil. Laporan Badan Luar Angkasa Brasil, INPE mencatat tahun ini menjadi rekor kebakaran terparah dengan 72.843 titik api.

Otoritas berwenang mencatat dua negara bagian Brasil, Mato Grosso dan Para mengalami peningkatan kebakaran hutan sepanjang tahun 2019. Kendati kebakaran hutan dianggap sebagai hal lumrah selama musim kemarau, namun petani nakal yang membakar hutan untuk membuka lahan diduga semakin memperparah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut spesies tanaman dan hewan penghuni asli Amazon yang ekosistemnya terancam lantaran terjadi kebakaran hutan.


Kacang Brasil (Brazil-nut tree)

Pohon kacang Brasil sebagian besar ditemukan di hutan hujan Amazon di Brasil, Bolivia, Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Peru. Tanaman ini tumbuh baik di hutan hujan dataran rendah yang lembab.

Mengutip WWF, tanaman ini sensitif terhadap deforestasi atau proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan area hutan menjadi non-hutan.

Pohon kacang Brasil bergantung pada agoutis untuk menyebarkan benih, seekor lebah untuk penyerbukan dan tanaman lain di hutan hujan untuk kelangsungan hidup.

Pohon kapuk Brasil

Kapok tree atau pohon kapuk Brasil (Ceiba pentandra) disebut sebagai raksasa hutan hujan Amazon. Dalam setahun pohon ini diyakini bisa tumbuh mencapai ketinggian 4 meter. Tanaman ini bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai 50 hingga 60 meter.

Spesies ini sebenarnya telah menyebar dari Amerika Selatan hingga seluruh Neotropik dari Meksiko selatan ke Amazon. Selain menghuni kawasan Amazon, pohon ini juga tumbuh di Afrika Barat, Semenanjung Melayu, dan Indonesia.

Kelebihan pohon kapuk yakni akan memunculkan bau tak sedap yang dipancarkan oleh bunga merah muda dan putih untuk menarik kelelawar. Berikutnya kelelawar berpindah dari satu pohon ke pohon lain untuk memberi makan nektar (sari bunga) yang memfasilitasi proses penyerbukan.

Masyarakat setempat memanfaatkan kayu ringan dari pohon kapuk untuk mengukir sampan (perahu kayu). Sementara gumpalan serat yang dihasilkan kerap dikenal sebagai 'kapas sutra'.

Kapas sutra yang dihasilkan pohon kapuk disebut sebagai serat alami paling ringan di dunia yang bisa digunakan untuk bahan baku bantal dan selimut. Benih, daun, kulit kayu, dan getah pohon kapuk juga telah dimanfaatkan untuk mengobati disentri, demam, hingga sakit ginjal oleh masyarakat asli Amazon selama ratusan tahun.

Spesies Tanaman dan Hewan Langka Penghuni Hutan AmazonPohon karet salah satu spesies penghuni hutan Amazon. (Foto: Kham)
Pohon karet

Di alam liar, pohon karet (Hevea brasiiliensis) bisa tumbuh hingga ketinggian 30-40 meter dan bisa hidup hingga 100 tahun. Pohon ini dikenal dengan getah putih seperti susu yang disebut lateks dan mengalir bebas dari pohon saat sepotong kulit kayu dipotong.

Saat proses reproduksi, buah dair pohon karet akan meledak ketika masak dan menyebarkan banyak biji di sekitar pohon. Spesies ini bbiasnaya ditemukan di hutan basah dataran rendah, lahan basah, dan zona riparian seperti yang ditemukan di wilayah Amerika Selatan seperti Brasil, Venezuela, Ekuador, Kolombia, Peru, dan Bolivia.

Berlanjut ke halaman berikutnya: Spesies hewan penghuni Amazon (din/evn)
1 dari 2