Hasil Studi Mobil Listrik Grab akan Jadi Acuan Hyundai

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 11:22 WIB
Hasil Studi Mobil Listrik Grab akan Jadi Acuan Hyundai Sebanyak 20 unit Hyundai Ioniq akan digunakan sebagai armada taksi online di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hyundai dikabarkan 'menyerahkan' studi perjalanan mobil listriknya di Indonesia kepada pihak Grab Indonesia.

Grab Indonesia menggandeng Hyundai dalam penyediaan 20 unit Ioniq. Mobil akan digunakan sebagai armada taksi online berteknologi murni listrik. Uji coba taksi tanpa emisi Grab dijadwalkan akan dimulai pada awal 2020.

Menurut Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata hasil uji jalan yang menghabiskan beberapa waktu itu disebut akan dimanfaatkan Hyundai menentukan produk mobil listrik untuk pasar otomotif Indonesia.


"Hyundai itu sudah komit untuk melakukan pengembangan pabrik mobil listrik di Indonesia," kata Ridzki ditemui di Jakarta pekan lalu.

"Ini lebih mempelajari seperti apa model [mobil listrik Hyundai untuk pasar Indonesia], baterai yang dibutuhkan, tipe yang dibutuhkan, dari sini input banyak untuk pengembangan saat pembukaan industri di sini jenis mobil yang digemari atau cocok buat masyarakat Indonesia," ucapnya kemudian.

Hyundai Motor Co (HMC) mendirikan perusahaan baru di Indonesia melalui Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) setelah investasi mencapai Rp21,8 triliun. Salah satu fokus HMMI adalah memproduksi mobil listrik.

[Gambas:Video CNN]

Ioniq Spesial 'Request'

Hyundai Ioniq bukan barang baru di Korea. Di kampung halamannya mobil sudah diluncurkan pada Februari 2016.

Ioniq untuk digunakan Grab punya baterai dengan kapasitas 38,3 kWh. Ada juga kapasitas 28 kWh, namun tidak digunakan untuk kebutuhan taksi online Grab.

Kapasitas lebih besar tersebut memungkinkan Ioniq mampu menempuh jarak 373 km dengan kondisi baterai terisi penuh. Sedangkan saat proses isi ulang baterai dari kosong hingga 80 persen butuh waktu 57 menit menggunakan fast-charging (50-kW).

"Ini spesifik spesial request walau Ioniq sudah ada di market lain, hanya untuk Indonesia spesifikasi beda," tutup Ridzki. (ryh/mik)