Kebijakan ini tentu menimbulkan pertanyaan perihal kesiapan China untuk mengganti seluruh ekosistem perangkat lunak dan komputer asing di instansi pemerintahan China.
Bagi Pengamat TIK dari Bentang Informatika Kun Arief Cahyantoro, pemerintah China bisa melakukan proyek ambisius tersebut. Setidaknya ada tiga hal yang membuat China bisa menggantikan perangkat lunak pada komputer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kun mengatakan bahkan beberapa pengembang besar di China bergabung untuk melakukan kerja sama pengembangan sistem operasi (operating system) dalam negeri.
Keputusan pemerintah China untuk menggantikan segala perangkat lunak praktis pemerintah harus menggantikan Windows sebagai sistem operasi komputer.
Lihat juga:Curhat Huawei Soal Perang Dagang AS-China |
"Seperti diketahui, bahwa Android adalah varian dari sistem operasi Linux Debian," ujar Kun.
Dari sisi teknologi cip atau hardware yang biasa disebut dengan semikonduktor, China memang belum bisa mengalahkan dominasi industri semikonduktor luar negeri. Teknologi semikonduktor ini memegang peranan penting dalam sistem komputer.
[Gambas:Video CNN]
Akan tetapi, pemerintah China telah berencana melakukan pendanaan fantastis untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik. Pendanaan ini bertujuan meningkatkan kesenjangan teknologi dengan negara industri semikonduktor lainnya.
"Tetapi sejak Oktober 2019, Pemerintah China berencana mengeluarkan pendanaan hingga US$28,9 miliar untuk pembiayaan pembangunan industri semikonduktor domestik," kata Kun.
Kun mengatakan di sisi teknologi semikonduktor, China harus bisa mengalahkan dominasi Intel dan Samsung. Tak hanya kedua merek itu, China harus bisa menggantikan AMD yang merupakan perusahaan joint venture semikonduktor antara Amerika dan China. (jnp/mik)