Bos Twitter Unfollow Mark Zuckerberg, Netizen Tak Heran

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 21:01 WIB
Bos Twitter Unfollow Mark Zuckerberg, Netizen Tak Heran Pemilik twitter Jack Dorsey unfollow akun bos Facebook. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Twitter Jack Dorsey unfollow atau berhenti mengikuti pendiri Facebook Mark Zuckerberg di Twitter hari ini (19/12). Hal itu diungkap oleh akun @BigTechAlert yang memantau aktivitas-aktivitas akun CEO perusahaan teknologi di Twitter.

"@jack [akun Twitter Jack Dorsey] tidak lagi mengikuti @finkd [akun Twitter Mark Zuckerberg," cuitnya.


Usai cuitan itu diunggah @BigTechAlert, tim Komunikasi Twitter melalui akun @TwitterComms pun membalas cuitan dengan gambar emoji 'kambing'.



Sontak sejumlah netizen pun ikut menyuarakan pendapat mereka soal tindakan yang dilakukan Dorsey itu.


Seperti yang dicuitkan @OriginalYoni, ia mengatakan Zuckerberg tidak lagi mengunggah cuitan sejak 2012. Sehingga wajar Dorsey meng-unfollow akun Zuckerberg.

"Dia [Mark Zuckerberg] sudah tidak membuat cuitan sejak 2012, ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan," kata dia.


Netizen lain malah berasumsi Zuckerberg membuat akun Twitter baru.

"Mark membuat akun [Twitter] baru dan tidak ada yang tahu," cuit @bimo_sidhi.


Gesekan antara dua raksasa media sosial dunia, Twitter dan Facebook sebetulnya sudah lama terjadi. Baru-baru ini, Dorsey menyindir logo yang baru diluncurkan Facebook melalui cuitan di akun pribadinya.

[Gambas:Video CNN]

Cuitan Dorsey tampaknya merujuk pada logo baru perusahaan milik Mark Zuckerberg itu, dari semula 'Facebook' kemudian diubah dengan tipografi yang lebih jelas 'FACEBOOK'. Tujuannya, untuk menonjolkan perbedaan visual antara perusahaan induk dan aplikasi Facebook itu sendiri.

Sebelumnya, Twitter dan Facebook sempat terlibat ketidaksepahaman terkait iklan politik berbayar di situs media sosial.

Pekan lalu, Twitter menegaskan akan berhenti menerima iklan politik secara global dalam platform-nya. Penghentian tersebut dilakukan untuk menanggapi kekhawatiran atas informasi yang salah dari para politisi di media sosial.

Saat itu, Dorsey menyebutkan rincian penghentian akan diumumkan bulan depan dan diberlakukan mulai 22 November. Dengan kebijakan tersebut, pihaknya akan melarang iklan mengenai pembahasan politik dari para kandidat.

(din/DAL)