Buntut Kasus Uighur, Gim Sepak Bola di China Hilangkan Ozil

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 11:17 WIB
Buntut Kasus Uighur, Gim Sepak Bola di China Hilangkan Ozil Mesut Ozil dihilangkan dari gim sepakbola di China (AP Photo/Ian Walton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mesut Ozil, pemain bola asal Turki yang bermain untuk klub Arsenal dihilangkan dari gim Pro Evolution Soccer (PES) untuk ponsel di China.

Distributor gim di China menyebut penghapusan ini merupakan dampak dari kecaman pemain tengah Arsenal itu terkait perlakuan pemerintah China terhadap kaum minoritas muslim Uighur.

Perusahaan internet China yang terdaftar di Amerika Serikat, NetEase, menyebut penghapusan Ozil di gim itu terkait dengan komentar ekstrim terhadap China.

Konami, pengembang gim PES asal Jepang, menolak berkomentar, seperti diberitakan AFP.


Nama Ozil sempat menghebohkan dunia setelah ia mengecam tindakan pemerintah China terhadap kaum minoritas muslim Uighur, Jumat (13/12).

Dalam cuitan berbahasa Turki, Ozil menyebut, "Quran telah dibakar, Masjid ditutup, sekolah muslim dilarang, pemuka agama dibunuh satu per satu, saudara-saudara (muslim) dipaksa ke kamp."

Warga Turki yang bermukim di Jerman ini juga mengkritik negara-negara Muslim yang gagal menyuarakan kekerasan yang terjadi atas kaum muslim di barat wilayah Xinjiang, China itu.

[Gambas:Video CNN]

Arsenal menyatakan tidak terkait dengan pernyataan Ozil tersebut. Sementara China menyebut cuitan itu tidak benar dan Ozil dianggap telah dikelabui oleh berita bohong.

Sementara itu, klub Bundesliga Jerman FC Cologne menarik diri dari akademi sepakbola di China. Alasannya, mereka hendak mengevaluasi ulang "sumber daya dan prioritas".

Meski demikian, pejabat resmi senior Stefan Mueller-Roemer, yang sempat menjadi presiden klub ini dan sekarang menjadi pimpinan fans klub itu menyatakan kepada koran lokal Koelner Stadt-Anzeiger bahwa penarikan itu terkait sikap China terhadap Uighur.

"Kami tidak butuh China di olahraga." Ia pun menuduh kalau China telah "melakukan penghinaan besar-besaran terhadap hak asasi manusia."

Tak lama, NetEase mengumumkan lewat akun resmi media sosial China, kalau komentar Ozil telah melukai perasaan para penggemarnya di China.

Selain itu, televisi milik negara di China juga membatalkan rencana untuk menyiarkan pertandingan Liga Primer Inggris, Minggu (15/12). Selain itu diskusi tentang masalah ini juga disensor keras di China.

China menolak mengaku kalau mereka punya kamp konsenrasi. Mereka berdalih kalau tempat itu adalah pusat pelatihan vokasional.
(AFP/eks)