Hal itu ia sampaikan saat jamuan makan malam dengan Zuckerberg di Gedung Putih pada Oktober 2019 lalu.
"Saya makan malam dengan Mark Zuckerberg tempo hari dan saya mengatakan 'Saya ingin memberi selamat kepada Anda, Anda nomor satu di Facebook'," kata Trump kepada pembawa acara radio Rush Limbaugh, dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pria yang memiliki hampir 70 juta pengikut di Twitter ini mengatakan tanpa kehadiran platform jejaring sosial, pihaknya tidak dapat menyampaikan informasi yang benar ke masyarakat dunia.
Trump disebut telah berulang kali menggunakan Facebook dan Twitter untuk mendorong pernyataan dan teori konspirasi yang tidak benar.
Sontak, Juru Bicara kedua platform itu mengatakan pihaknya tidak berupaya untuk menghilangkan kebohongan dari para politisi yang tengah bertanding di Pilpres.
Selain itu, banyak kritikus politik yang menuduh Facebook berpihak kepada Partai Republik untuk menayangkan iklan politik Donald Trump.
Twitter Setop Penayangan Iklan Politik
Beberapa waktu lalu, Twitter menyatakan akan berhenti menerima iklan politik secara global pada platformnya. Penghentian dilakukan untuk menanggapi kekhawatiran atas informasi yang salah dari para politisi di media sosial.
Kepala eksekutif Twitter Jack Dorsey mengatakan rincian penghentian akan diumumkan bulan depan dan diberlakukan mulai 22 November. Dengan kebijakan itu pihaknya akan melarang iklan politik, termasuk dari para kandidat.
[Gambas:Video CNN]
Larangan dilakukan karena iklan di internet sangat kuat dan efektif untuk pengiklan komersial. Kekuatan itu membawa risiko signifikan bagi politik.
Kekuatan tersebut bisa dapat digunakan untuk mempengaruhi suara dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang. (din/lav)