Lewat laman resminya, Microsoft menegaskan sudah mengambil alih 50 domain website yang sebelumnya dipakai kelompok Thallium untuk meluncurkan serangan siber lewat cara 'spear phising'
Menurut Microsoft, kelompok hacker tersebut menargetkan untuk mencuri data-data sensitif dan rahasia dari pegawai pemerintah, lembaga think tank, anggota staf universitas dan individu yang bekerja pada masalah proliferasi nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat teknik spear phishing, kelompok Thallium itu mengumpulkan informasi mengenai target lewat informasi yang tersedia secara publik dan media sosial. Para peretas kemudian membuat dan mengirimkan email penipuan yang tampak kredibel dan asli.
[Gambas:Video CNN]
Microsoft sendiri mengatakan telah menggugat peretas Thallium ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Virginia.
Thallium menggunakan malware untuk merusak sistem dan mencuri data. Tak hanya itu, Thallium juga merupakan kelompok keempat yang mendorong Microsoft menempuh jalur hukum.
(dal/dal)