Modus Penipuan yang Kerap Dipakai Kuras Gopay Pengguna Gojek

CNN Indonesia | Minggu, 12/01/2020 10:21 WIB
Modus penipuan yang kerap digunakan untuk menguras saldo Gopay pengguna Gojek. Ilustrasi. Ragam modus kerap digunakan penipu untuk menguras saldo Gopay pengguna Gojek(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengguna dompet digital besutan Gojek, Gopay mengalami berbagai modus penipuan. Modus penipuan bisa menguras saldo Gopay, bisa juga juga menguras saldo rekening pengguna.

Beberapa selebritas seperti Aura Kasih dan Maia Estianty juga turut mengalami penipuan dengan modus berbasis Gopay. Modus penipuan ini dibalut dengan rekayasa sosial agar pelaku bisa mendapatkan kode one time password (OTP) korban. Teknik rekayasa sosial ini misalnya bisa berupa iming-iming hadiah.

CNNIndonesia.com merangkum beberapa modus penipuan dalam aplikasi Gopay. Sebab, selama ini kasus penipuan Gopay yang kerap terekspos ke publik. Meski demikian, modus-modus penipuan berikut juga bisa digunakan pada aplikasi pembayaran lain seperti Dana, Ovo, hingga LinkAja.

1. Minta OTP


OTP menjadi sasaran empuk para penipu yang hendak menguras akun Gopay pengguna. Aplikasi Gojek saat ini memang hanya meminta nomor ponsel atau email pengguna untuk login. Sementara password untuk masuk ke akun, hanya mengandalkan kode OTP tersebut.

Saat kode OTP dikirim, Gojek pun telah memberi peringatan agar pengguna tidak memberikan kode ini kepada siapapun.

Modusnya, pelaku masuk ke aplikasi Gojek dengan menggunakan nomor telepon korban. Kemudian ia meminta OTP agar dikirimkan ke nomor tersebut. Lalu saat OTP masuk ke nomor ponsel korban, ia menghubungi korban untuk meminta kode OTP.

Berikut sejumlah trik yang digunakan untuk meminta kode OTP tersebut.

- Dijanjikan hadiah
Trik tertua para pelaku dalam modus penipuan dalam sektor jasa keuangan adalah dengan modus hadiah besar. Sebagai gantinya, pelaku akan meminta korban untuk mengirimkan OTP yang masuk kotak pesan ponsel. Begitu OTP didapatkan pelaku, bisa masuk ke akun Gojek dan menguras saldo korban.

- Ditakut-takuti
Rekayasa sosial lainnya agar pengguna mau mengirimkan kode OTP adalah dengan mengatakan saldo Gopay pengguna akan hangus atau mengatakan akun Gojeknya dibekukan karena terlalu banyak membatalkan perjalanan.

- Telepon atasnama Gojek
Modus lain adalah dengan menelepon korban. Penelepon mengaku dari Gojek dan meminta kode OTP yang dikirim kepada korban. Patut diketahui bahwa seluruh penyedia jasa keuangan tak akan pernah meminta kode verifikasi OTP tersebut. Gojek telah berulang kali menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati atas penipuan yang mengatasnamakan Gojek.

[Gambas:Video CNN]


2. Pengalihan Panggilan

Modus penipuan ini tergolong paling baru dan unik. Hal ini dialami oleh selebriti Maia Estianty saat menggunakan aplikasi Gofood.

Modus penipuan ini juga dibalut dengan rekayasa sosial agar Maia mau mengetikkan kode USSD. Rekayasa sosial yang dilakukan oleh pelaku dalam kasus Maia adalah pelaku mengaku motornya mogok dan memintanya untuk mengganti pengemudi dengan mengetikkan kode USSD.

Maia dikelabui pengemudi Gojek yang menyebut motornya mogok dan memintanya mengganti pengemudi dengan mengetikkan kode USSD. Kode USSD yang diminta adalah *21* yang diikuti dengan nomor ponsel asing (*21*082178912261).

Kode USSD *21* adalah kode pengalihan panggilan (call forwarding) yang masuk ke nomor kita. Nomor ponsel setelah *21* adalah ponsel pengalihan panggilan. Setiap telepon yang masuk ke nomor kita, dipastikan masuk ke nomor pengalihan panggilan tersebut.

Kemudian kode OTP didapatkan pelaku melalui telepon. Gojek memang menawarkan alternatif untuk memberikan kode OTP. Di saat itu lah pelaku mendapat kode OTP. (jnp/eks)