Tips Amankan Gopay Agar Tak Diretas Seperti Maia Estianty

CNN Indonesia | Minggu, 12/01/2020 08:36 WIB
Tips Amankan Gopay Agar Tak Diretas Seperti Maia Estianty Ilustrasi GoPay. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam waktu dua minggu, kasus penipuan Gopay tercium ke publik. Salah satu korbannya adalah selebriti Maia Estianty. Korban lainnya bernama Prameswara dari Sorong, Papua bahkan harus kehilangan uang Rp28 juta dari tabungannya.

Sebelumnya, Aura Kasih juga bahkan mengaku kehilangan Rp11 juta akibat penipuan Gopay.

Pada intinya, seluruh modus pelaku adalah dengan menggunakan kode OTP (one time password) yang dimiliki pengguna.


Berikut tips yang dirangkum CNNIndonesia.com, untuk mengamankan akun Gopay:


1. Jangan Pernah Bagikan Kode OTP

Kode OTP ini digunakan setiap kali log in ke dalam aplikasi untuk pertama kali atau ketika pengguna ingin mengganti PIN.

Jika kode OTP bisa diketahui pelaku, maka pelaku bisa mengakses akun pengguna. Pencurian kode OTP ini kemudian bervariasi yang dibalut dengan rekayasa sosial seperti iming-iming hadiah.

OTP berisi kode unik berjumlah 4 sampai 6 digit yang dikirimkan melalui SMS. Kode OTP ini merupakan kunci untuk mencegah segala bentuk penipuan pengurasan saldo Gopay.

[Gambas:Video CNN]

2. Waspada Iming-Iming Hadiah hingga Deretan Angka Misterius

Pengguna harus waspada apabila mendapat SMS atau telepon yang menyatakan bahwa dirinya mendapat hadiah. Rezeki tersebut patut disyukuri, hanya saja rezeki tersebut harus dikubur dalam-dalam apabila Anda diminta untuk menyebutkan kode verifikasi atau kode rahasia OTP.

Tak hanya iming-iming hadiah, pelaku juga bisa melancarkan rekayasa sosial yang akan membuat korban melakukan apa yang diinginkannya.

Contoh kasus Maia Estianty. Maia ditipu pengemudi Gojek yang mengaku motornya mogok dan memintanya mengganti pengemudi dengan mengetikkan kode USSD. Kode USSD yang diminta adalah *21* yang diikuti dengan nomor ponsel asing (*21*082178912261).

Sebagai informasi, kode USSD *21* adalah kode pengalihan panggilan (call forwarding) yang masuk ke nomor pengguna. Nomor ponsel setelah *21* adalah nomor ponsel pengalihan panggilan. Setiap telepon yang masuk ke nomor pengguna, dipastikan masuk ke nomor pengalihan panggilan tersebut.

Kemudian kode OTP didapatkan pelaku melalui telepon. Gojek memang menawarkan alternatif untuk memberikan kode OTP. Di saat itu lah pelaku mendapat kode OTP.

Oleh karena itu, Anda harus hati-hati apabila penelepon meminta hal-hal yang merumitkan Anda, salah satunya adalah mengetikkan kode USSD tersebut.


3. Hati-hati dengan Nomor Hp Palsu Mengatasnamakan Gojek

Tim Gopay mengimbau kepada pengguna untuk berhati-hati jika menerima telepon, email, ataupun SMS yang mengatasnamakan Gojek maupun Gopay.

Sebab, Gojek hanya berkomunikasi dengan penggunanya melalui akun resmi media sosial 'GO-JEK Indonesia', website resmi www.go-pay.co.id, nomor telepon customer service 1500304, dan email resmi Gojek cs@go-pay.co.id.

"Modus yang paling sering digunakan adalah si penelepon menjanjikan Gopay gratis ataupun hadiah dan dilanjutkan dengan memintamu untuk transfer Gopay atau meminta informasi pribadi terutama kode OTP dan kode PIN," jelasnya.


4. Gunakan PIN untuk Akun Gopay

Seperti layanan jasa keuangan lainnya, tentu akun Gopay harus dilindungi dengan PIN. Penggunaan PIN bertujuan untuk mengamankan akun, khususnya segala transaksi dengan menggunakan Gopay.

Berikut langkah-langkah untuk membuat PIN Gopay:

- Masuk ke halaman Gopay lalu pilih menu 'Lainnya'.
- Klik gambar 'Kamu belum bikin PIN!'.
- Masukkan PIN sebanyak dua kali.
- Lalu tim Gopay akan mengirimkan kode verifikasi ke nomor ponsel pengguna dan masukan kode itu untuk menyelesaikan pembuatan PIN.


5. Gunakan Halaman Bantuan

Apabila pengguna mengalami gangguan dalam transaksi atau keamanan layanan Gojek, pengguna disarankan untuk mengakses halaman bantuan.  Pengguna bisa melapor segala kendala atau masalah yang dialami di Halaman Bantuan. Berikut cara melaporkan aduan,

- Pilih menu Akun pada halaman Gojek
- Pilih tombol Bantuan
- Pilih informasi yang dibutuhkan berdasarkan kategori yang tersedia, dan pastikan telah benar-benar membaca informasi di dalam artikel dan ikuti petunjuk untuk lapor.



(jnp/DAL)