Megawati Kritik BRIN Jangan Hanya Fokus Operasional Birokrasi

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 20:28 WIB
Megawati Kritik BRIN Jangan Hanya Fokus Operasional Birokrasi Megawati Soekarnoputri meminta BRIN fokus pengembangan IPTEK. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri meminta agar Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk fokus menghasilkan inovasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ketimbang hanya mementingkan operasional birokrasi. 

Megawati mengatakan esensi pembentukan BRIN sendiri agar inovasi yang dihasilkan mampu menopang pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

"Pembuatan BRIN agar pembangunan berjalan efektif, secara ideologis, etis, dan ilmiah, karena itu organisasi kedeputian BRIN harus berorientasi pada bidang IPTEK, bukan pada operasional birokrasi," kata Megawati saat berpidato di Rakernas PDIP, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).


Presiden ke-5 RI itu menyatakan pembangunan di Indonesia harus mandiri secara Berdikari. Sebab, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sangat besar ketimbang negara lainnya.


Sumber daya yang melimpah itu, tambah dia, bisa dimaksimalkan untuk riset dan menghasilkan pelbagai inovasi guna menopang pembangunan.

"Gagasan pertama dari Bung Karno adalah kebijakan pembangunan harus berdasarkan riset dan pengetahuan dan tetap berpegangan pada haluan Pancasila," kata Megawati.

Megawati optimistis Indonesia bisa Berdikari melalui riset dan inovasi teknologi. Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki payung hukum melalui Undang-undang Nomor 11 nomor 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ia menyatakan UU itu telah menghidupkan kembali suatu konsepsi politik pembangunan yang telah digagas ayahnya, Presiden pertama RI Sukarno selama ini.

[Gambas:Video CNN] 

"Artinya, pancasila wajib diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan segala bidang yang terencana terukur terarah berbasis pada riset kepada kebutuhan ril rakyat, kondisi objektif dan potensi ekonomi dengan melibatkan seluruh kekuatan bangsa," kata dia.

Megawati lantas mengenang pernah membentuk pameran IPTEK yang digagas ketika dirinya menjabat sebagai Presiden tahun 2001-2004 silam. Ia mengatakan pameran itu sengaja dibentuk agar menghasilkan teknologi yang tepat guna bagi masyarakat.

Ia mencontohkan banyak dari hasil inovasi pameran kala itu tak sempat diproduksi massal sampai saat ini. 

"Ada pemenang pada waktu itu bagimana cara menanam bibit. Idenya adalah dari mainan anak2 yang kalau kita kecil seperti kereta. dia bikin untuk masukkan biji tanaman, sehingga kita tahu kalau kita akan tanam kan badan kita bungkuk, waktu itu dia pemenangnya.

"Bahwa teknologi tepat guna tak dibutuhkan oleh insinyur, tapi rakyat biasa bisa inovatif dengan menciptakan teknologi yg bisa mereka gunakan," tambah dia.



(rzr/DAL)