BMKG: Fenomena Ikan Lompat di Gorontalo Bukan Tanda Gempa

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 21:15 WIB
BMKG: Fenomena Ikan Lompat di Gorontalo Bukan Tanda Gempa Ilustrasi ikan di perairan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena ikan-ikan berlompatan dari pinggir laut ke daratan terjadi di wilayah Perairan Gorontalo pada Senin (6/1). Kejadian itu menghebohkan masyarakat lokal yang lantas menangkap ikan-ikan tersebut.

Beberapa warganet bahkan mengaitkan fenomena tersebut sebagai pertanda akan terjadi gempa bumi dan Tsunami. Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah bahwa kemunculan ikan-ikan di Gorontalo merupakan tanda akan terjadi gempa bumi.




Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan fenomena kemunculan ikan jenis tertentu dan ikan yang melompat naik ke pantai memang kerap dikaitkan dengan pertanda gempa. Namun, Daryono memastikan bahwa pendapat tersebut tidak benar.

"Hasil kajian ilmiah sejauh ini belum menunjukkan adanya bukti yang kuat secara empirik yang menunjukkan adanya keterkaitan. Sehingga fenomena terdamparnya ikan bukan bagian dari prekursor gempa bumi," kata Daryono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/1).

Daryono menjelaskan hasil kajian yang ada menunjukkan adanya kaitan antara kemunculan ikan yang banyak lebih dengan musim. Berdasarkan dinamika populasi ikan yang berkaitan dengan musim, Daryono menduga fenomena di Gorontalo ini terkait musim.


Dalam teori ilmu Oseanografi, pengangkatan biota laut dalam permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling.

Daryono menjelaskan Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan.

"Dalam fenomena upwelling biasanya kemunculannya ikannya banyak hingga ada segerombolan ikan sampai ke pantai. Selain itu, masih ada faktor lain yang memicu ikan muncul ke pantai, seperti mengikuti dinamika arus laut," kata Daryono.

[Gambas:Video CNN] (jnp/lav)