Beberapa warganet bahkan mengaitkan fenomena tersebut sebagai pertanda akan terjadi gempa bumi dan Tsunami. Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah bahwa kemunculan ikan-ikan di Gorontalo merupakan tanda akan terjadi gempa bumi.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil kajian ilmiah sejauh ini belum menunjukkan adanya bukti yang kuat secara empirik yang menunjukkan adanya keterkaitan. Sehingga fenomena terdamparnya ikan bukan bagian dari prekursor gempa bumi," kata Daryono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/1).
Dalam teori ilmu Oseanografi, pengangkatan biota laut dalam permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling.
Daryono menjelaskan Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan.
"Dalam fenomena upwelling biasanya kemunculannya ikannya banyak hingga ada segerombolan ikan sampai ke pantai. Selain itu, masih ada faktor lain yang memicu ikan muncul ke pantai, seperti mengikuti dinamika arus laut," kata Daryono.
[Gambas:Video CNN] (jnp/lav)