Ilham Bintang Bandingkan Tukar Kartu SIM Indosat vs Telkomsel

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 18:26 WIB
Ilham Bintang Bandingkan Tukar Kartu SIM Indosat vs Telkomsel Ilustrasi. Ilham Bintang mempertanyakan seberapa ketat proses verifikasi pengguna Indosat saat ada permintaan pergantian kartu SIM. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wartawan senior Ilham Bintang mempertanyakan proses verifikasi atas permintaan penggantian kartu SIM di gerai Indosat dan membandingkannya dengan Telkomsel. Hal ini terkait dengan pencurian rekening lewat modus penukaran kartu SIM (SIM swap) Indosat miliknya.

Pelaku ketahuan meminta petugas di gerai Indosat untuk mengganti kartu SIM atas nama Ilham Bintang. Indosat mengklaim pelaku tersebut mengaku sebagai Ilham Bintang.

Pertanyaan mendasar mengapa petugas tersebut bisa meloloskan permintaan penukaran kartu SIM tersebut. Padahal penukaran kartu membutuhkan informasi kredensial seperti membutuhkan KTP atas nama pemilik kartu SIM.


"Dalam percakapan telpon, dia (petugas Indosat) menyebutkan ada yang datang ke gerainya mengaku Ilham Bintang. Namun, tidak dijelaskan seperti apa mekanisme verifikasi dan validasi penggantian simcard di Indosat," jelas Ilham dalam laman Facebook miliknya (15/1).

CNNIndonesia.com lantas menelusuri aturan penukaran SIM bagi pelanggan Indosat. Kami pun menghubungi salah satu petugas layanan pelanggan operator tersebut. Menurut petugas, pertukaran SIM bisa dilakukan pengguna dengan membawa KTP untuk memenuhi proses verifikasi  di gerai Indosat.

"Pergantian bisa datang langsung ke gerai, cuma butuh KTP. Atas nama kartunya," ujar seorang customer care Indosat kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/1).

Lebih lanjut, dalam tulisan di Facebooknya, Ilham mencoba proses pertukaran kartu SIM di gerai Telkomsel. Menurutnya, untuk melakukan pertukaran SIM sangat ketat.

"Minta KTP saya, lalu dia cocokkan itu dengan data di komputernya. Itu proses verifikasi. Cocok. Kemudian dia lanjutkan dengan proses validasi. Dia minta tiga nomer yang biasa saya berhubungan di simcard Telkomsel. Lulus. Kini validasi ketiga. Dia minta saya menyebutkan nama Ibu kandung. Tentu lulus. Saya lalu diminta menandatangani formulir. Selesai," tulisnya.

Ia lantas mempertanyakan apakah proses validasi Indosat seketat operator plat merah itu. 

"Apakah seperti itu yang dilakukanpetugasIndosat ketika Jumat (3/1) malam menerima pelanggan yang mengaku Ilham Bintang, dan kemudian meluluskannyamenggantisimcard?"

Pertanyaan ini muncul karena menurut Ilham pihak Indosat tidak memberikan jawaban yang memuaskan soal proses verifikasi pengguna terkait permintaan kartu SIM baru.

Kartu SIM sebenarnya memiliki fitur pengamanan, yaitu dengan menyematkan kode PIN. Dengan kartu SIM ini, kode PIN ini akan muncul ketika ponsel dihidupkan untuk pertama kalinya. PIN ini berguna untuk mengurangi risiko kartu SIM disalahgunakan.

Namun, ketika dikonfirmasi kepada pihak layanan pelanggan, nomor PIN kartu SIM bakal sulit melindungi pengguna dari praktik SIM swap. Sebab, ketika pengguna memutuskan untuk menukar kartu SIM ke kartu SIM yang baru, kode PIN tersebut akan hilang. Kartu SIM baru bisa langsung diaktifkan tanpa memasukkan PIN begitu kartu diganti. 

"Nomornya itu bisa langsung diaktifkan. [Kartu SIM] bisa langsung diaktifkan (tanpa PIN)," tuturnya.

Dalam tulisan di laman Facebooknya, Ilham mempertanyakan proses verifikasi permintaan pergantian kartu SIM di gerai Indosat. Ia lantas membandingkan dengan proses pergantian kartu SIM yang pernah ia lakukan di Telkomsel.

Menurutnya pergantian kartu SIM di Telkomsel perlu melewati proses verifikasi yang ketat. Berdasarkan pengalamannya, proses penukaran kartu di Telkomsel memiliki tiga langkah verifikasi.

[Gambas:Video CNN]

Langkah pertama adalah pencocokan KTP pengguna yang terdaftar di nomor ponsel. Langkah kedua adalah petugas meminta tiga nomor yang biasa dihubungi oleh pengguna. Ketiga adalah petugas akan meminta pengguna menyebutkan nama ibu kandung.

Menanggapi hal ini, pengamat TIK dari ICT Institute, Heru Sutadi meminta agar petugas gerai menjalankan prosedur penukaran tau penggantian kartu SIM lebih teliti.

"Operator harus double confirmation (konfirmasi ganda) Tidak hanya KTP tapi harus tahu nomor yang bisa dihubungi, tiga nomor terakhir yang dihubungi misalnya," kata Heru. (jnp/eks)