"Kera besar terancam punah di dunia," kata dia pada diskusi bertajuk analisis kebutuhan energi dan dampak PLTA di Batang Toru seperti dilaporkan Antara,
Para advokat lingkungan dan ahli fauna menyatakan bahwa konstruksi dam di Sungai Batang Toru akan memisahkan habitat orangutan tersebut secara permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan yang ditulis David, selain habitat satu-satunya Orangutan Tapanuli, ekosistem Batang Toru juga beragam secara biologis dengan 310 spesies burung, 80 spesies reptil, 64 spesies katak, dan lebih dari 1.000 spesies pohon.
[Gambas:Video CNN]
"Area ini juga merupakan habitat enam dari spesies yang terancam dan rentan seperti siamang dan owa ungko," kata pimpinan perusahaan Brown Brothers Energy and Environment (B2E2) tersebut.
Selain itu Batang Toru juga merupakan habitat dari Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae), beruang madu (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus) dan burung-burung di antaranya kuau raja (argusianus argus).
"Kegiatan ekonomi masih dapat dilakukan dengan dampak minimal terhadap orangutan, bukan dengan melarang kegiatan ekonominya," ujar Emmy Hafild.
Catatan redaksi: Judul artikel ini diubah pada Jumat (24/1) pukul 15.00 WIB setelah mendapat klarifikasi dari para narasumber. Sebelumnya berjudul "Ahli: PLTA Batang Toru Bunuh Orangutan Tapanuli Hingga Punah" (antara/dal)