Melansir Techspot, peneliti ESA sudah mulai melakukan simulasi ekstraksi oksigen yang bersumber dari relogith. Sebuah pabrik untuk memisahkan campuran logam di relogith juga telah di bangun di Pusat Penelitian dan Teknologi Ruang Angkasa Eropa (ESTEC) di Belanda.
ESA membayangkan relogith bukan hanya untuk memproduksi oksigen yang akan digunakan untuk bernapas. Melainkan juga bisa digunakan untuk membuat bahan bakar roket.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mampu memperoleh oksigen dari sumber daya yang ditemukan di bulan jelas akan sangat berguna bagi penghuni bulan di masa depan, baik untuk bernafas maupun dalam produksi bahan bakar roket setempat," ujarnya.
Melansir News Week, ESTEC menggunakan teknik elektrolisis garam cair untuk mengekstrak relogith agar menghasilkan oksigen. Metode itu dilakukan dengan cara menempatkan i dengan garam kalsium klorida cair ke dalam wadah logam yang dipanaskan hingga suhu 950 derajat celcius.
[Gambas:Video CNN]
Dari situ, arus listrik dialiri ke relogith guna mengekstraksi oksigen dan logam yang bisa digunakan untuk kepentingan lain.
"Karena tanah bulan hanyalah kumpulan logam oksida, seperti mineral atau batuan, ketika Anda mengekstraksi semua gas oksigen sebagai satu produk, Anda juga menghasilkan bubuk logam sebagai produk lain," ujar Lomax.
ESA berharap suatu hari mampu membangun fasilitas di bulan guna merubah relogith menjadi oksigen. Sebab, dia menilai teknologi tersebut sangat berguna bagi kehidupan di bulan.
"Jika Anda dapat mengisi ulang bahan bakar di atau dekat permukaan bulan, Anda dapat meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan jangkauan misi ruang angkasa. Juga lebih hemat energi untuk mengisi bahan bakar satelit yang mengorbit Bumi dengan bahan bakar dari Bulan daripada dari Bumi," ujar Lomax.