Tips Sains

Tiga Cara Kenali Ular Berbisa Seperti Weling di Bandung

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 18:24 WIB
Tiga Cara Kenali Ular Berbisa Seperti Weling di Bandung Ilustrasi ulang weling. (Foto: Istockphoto/undefined)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus yang berkaitan dengan ular tidak hanya soal penemuan puluhan anak ular kobra di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. Baru-baru ini, seorang anak berusia 11 tahun tewas dipatuk ular jenis weling.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ular weling (Bungarus candidus) memiliki bisa neurotoksin. Bisa ini menyerang sistem syaraf pernapasan sehingga menyebabkan gagal nafas dan menyebar dalam hitungan menit.

Ahli Herpetologi LIPI Amir Hamidy menyebut weling merupakan bagian dari 12 jenis ular terestrial (ular yang hidup di tanah) paling berbisa setelah kobra.


"Bungarus candidus itu ular yang memang sangat berbisa tinggi. Jenis ini memiliki bisa neurotoksin, kegigitnya tidak sakit tapi efeknya sangat besar," kata Amir saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/1).


Untuk meningkatkan kewaspadaan, berikut ciri-ciri ular berbisa dan yang tidak berbisa:

Ular Berbisa

1. Ada Dua Famili Ular Berbisa

Ular berbisa dikelompokan dalam dua famili yaitu elapidae dan viperidae. Ular yang termasuk elapidae ialah ular kobra, ular belang (Bungarus) dan ular cabai (Calliophis intestinalis).

Salah satu ular belang (Bungarus) yaitu Welang dan Weling. Struktur tubuh ular weling belang hitam-putih, namun pada bagian perut bawahnya berwarna putih. Selain itu, ekornya berbentuk lancip.

Selain weling, jenis ular welang pun kata Amir mesti diwaspadai karena masuk golongan bisa paling berbahaya. Keduanya sama-sama memiliki jenis bisa neurotoksin.

Sementara untuk kelompok viperidae, cirinya adalah bagian kepala berbentuk seperti segitiga. Kelompok ular ini jika menyentuh daun akan berwarna hijau, lalu ketika menyentuh tanah akan berubah warna menjadi kecoklatan.

[Gambas:Video CNN]

2. Warna yang Mencolok

Ciri lain dari ular berbisa dapat dilihat dari warna atau coraknya, sebab memiliki warna yang mencolok. Misalnya, ular cabai yang mempunyai garis warna merah di tubuhnya, kemudian ular bungarus memiliki warna hitam putih.

3. Gigi Taring dan Kelenjar Bisa

Menurut Ahli Herpetologi LIPI Amir Hamidy, ciri ular berbisa yang lain ialah memiliki gigi taring dan kelenjar bisa.

Bisa ular merupakan senyawa kimiawi yang diproduksi oleh kelenjar khusus. Bisanya terletak di setiap sisi kepala di bawah dan di belakang mata dan terbungkud selubung otot.

Selain itu, bisa ular merupakan gabungan sejumlah protein dan enzim yang berbeda. Kendati demikian, banyak dari protein itu yang tidak berbahaya bagi manusia namun ada beberapa protein beracun.

Setidaknya ada dua jenis bisa yang perlu diketahui yaitu neurotoksin dan hemotoksin. Neurotoksin adalah jenis bisa yang sangat mematikan karena dapat menyerang syaraf pernafasan, sehingga menyebabkan orang yang terserang kesulitan bernapas hingga akhirnya tewas.

Adapun jenis bisa ular lainnya yaitu hemotoksin. Jenis bisa ini menyerang darah, sehingga luka akan membengkak terlebih dahulu baru diikuti dengan pecah pembuluh darah.


Ular Tidak Berbisa

1. Memiliki Sisik Loreal

Sisik loreal adalah sisik antara mata dan hidung atau yang disebut sisik pipi pada ular. Sisik ini tidak ada pada famili elapida, artinya hanya ular yang tidak berbisa saja yang memiliki struktur sisik ini.

2. Beraktivitas Pada Siang Hari (diurnal)

Ular tidak berbisa biasanya beraktivitas pada siang hari, hal ini juga menjadi salah satu bentuk adaptasi hewan terhadap cahaya matahari dan suhu.

Banyak hewan yang beraktivitas diurnal, baik dari kelas mamalia, burung, reptil, amfibi hingga ikan.

3. Kepala Berbentuk Oval

Ular berbisa kebanyakan memiliki kepala berbentuk segitiga, sedangkan ular tak berbisa memiliki kepala bulat atau oval.

Selain itu, ular yang tak berbisa tidak memiliki lubang peka panas di kepala.

(din/DAL)