Bocah Bandung Tewas, LIPI Sebut Perlu Edukasi Ular ke Anak

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 14:20 WIB
Bocah Bandung Tewas, LIPI Sebut Perlu Edukasi Ular ke Anak Ilustrasi. LIPI mengungkap perlu edukasi terkait ular weling kepada anak-anak terkait kasus bocah Bandung yang tewas terpatuk.(Istockphoto/undefined)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan perlu edukasi terkait ular kepada anak-anak. Hal ini diungkap terkait kejadian yang menimpa AR, seorang anak berusia 11 tahun di Bandung.

Ia tewas setelah dipatuk ular berbisa jenis weling. Namun, berdasarkan keterangan, sang bocah tak tahu kalau itu ular berbisa. Ia mendapatkan ular itu dari orang tak dikenal dan menganggapnya sebagai 'mainan'.

"Sekarang bagaimana mengedukasi masyarakat, tidak bisa kemudian kita berkesimpulan bunuh semua ular merujuk dengan kejadian ini," kata Ahli Herpetologi LIPI Amir Hamidy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/1).

Selain itu, Amir juga menghimbau kejadian malang tersebut jangan dianggap sebagai "teror" persis yang distigmakan saat peristiwa menetasnya puluhan ular kobra saat musim penghujan.


"Kobra yang menetas di sejumlah tempat dianggap teror, itu juga kurang tepat karena mereka memang menetas di musim itu [musim penghujan]. Awal musim penghujan pun ular berkeliaran kemana-mana," tuturnya.

Lebih lanjut, peran vital orang tua tentu diperlukan. Apalagi jika sang anak diketahui tertarik dengan salah satu hewan melata itu. Selain itu, orang tua pun harus paham jenis ular yang berbahaya dan boleh disentuh agar terhindar dari kasus kematian karena bisa ular.

[Gambas:Video CNN]

"Herwan yang bergolongan berbisa ini bukan mainan. Edukasi diperlukan, orang tua mendampingi kalau tahu anaknya suka ular. Harus dikasih tahu mana yang berbahaya, mana yang boleh dipegang dan mana yang tidak," pungkas Amir.

Sebelumnya, seorang anak berusia 11 tahun berinisial AR meninggal dunia akibat dipatuk seekor ular di Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat. AR dipatuk ular jenis weling (bungarus candidus).

Ibunda dari AR, Diah (38) menjelaskan peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut terjadi Rabu (22/1) sekira pukul 08.30 WIB. Menurut dia, pada saat itu anaknya bermain dengan ular pemberian orang tak dikenal.

Dapat ular dari orang tidak dikenal, bilangnya ularnya mau dijual," kata Diah, Kamis (23/1).

Diah mengatakan, sebelumnya warga yang melihat juga sudah mengingatkan agar tidak main ular itu. Dia mengaku tidak mengetahui saat anaknya dipatuk ular tersebut. (din/eks)