Bersama FPL, Grab Rangkul Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 14:11 WIB
Bersama FPL, Grab Rangkul Perempuan Korban Kekerasan Seksual Ilustrasi kekerasan seksual. (Istockphoto/iweta0077)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab bekerja sama dengan Forum Pengada Layanan (FPL) untuk meneguhkan komitmen dalam mencegah dan menangani korban kekerasan seksual. Hal tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas kekerasan.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menyatakan dukungannya terhadap misi FPL dalam membantu para perempuan penyintas kekerasan (violence survivor) yang ingin menjadi mandiri secara finansial melalui berbagai layanan dalam platform Grab.

"Kami sangat terbuka jika nantinya ada alumni program pemberdayaan ekonomi FPL ini yang ingin bergabung ke Grab, misalnya sebagai merchant GrabFood atau mitra warung GrabKios karena layanan kami tersebar luas di Indonesia. Selain itu kami turut mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas lewat GrabRewards," ujar Neneng melalui keterangannya, Jumat (24/1).


Di sisi lain, Koordinator Sekretariat Nasional Forum Pengada Layanan (FPL) Veni Siregar mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Grab dalam mendukung perempuan korban kekerasan untuk menjadi mandiri secara finansial dan mulai membuka usaha.

"FPL dan Grab memiliki satu tujuan yang sama dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas. Kami juga berharap agar lebih banyak sektor swasta yang berkomitmen untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di masyarakat dan dunia kerja," ujar Veni.

Veni menambahkan, apalagi banyak perempuan korban seringkali tidak dapat keluar dari situasi kekerasan karena tidak memiliki kemandirian finansial atau ekonomi. "Semoga kolaborasi dengan dunia usaha semacam ini dapat dicontoh oleh pelaku-pelaku bisnis lain, agar lebih banyak lagi perempuan korban terbantu."

Diketahui, selain edukasi pencegahan, telah dilakukan kampanye donasi untuk FPL di platform GrabRewards. Pengumpulan donasi yang dilakukan sejak Desember 2019 hingga 10 Januari itu berhasil mengumpulkan Rp109,9 juta.

Donasi tersebut digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas di 3 (tiga) area, yaitu Jawa, Sumatera dan Kalimantan, serta Indonesia Timur. Peserta program terbaik dari masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan modal agar bisa memulai usaha dan menjadi mandiri secara finansial. (fef)